FK-KMK UGM Gelar Kuliah Tamu Internasional Mengenai Riset dan Terapi Epilepsi Berbasis Genetik

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Departemen Farmakologi dan Terapi menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Treating Genetic Epilepsy: Research Excellence at University of Birmingham” pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Student Center Lantai 2 FK-KMK UGM dan melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan Associate Professor Dr. Felix Chan dari School of Health Sciences, University of Birmingham. Acara diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak yang memiliki minat pada bidang neurologi, farmakologi, dan ilmu biomedis.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya FK-KMK UGM dalam memperluas wawasan akademik sivitas akademika melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi terkemuka dunia. Acara dimoderatori oleh Dr. Sci. apt. Beni Lestari, M.Bio.Sci dari Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan dinamis.

Dalam pemaparannya, Dr. Felix Chan menjelaskan bahwa epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis yang memiliki kompleksitas tinggi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor genetik. Variasi genetik yang berbeda pada setiap individu menyebabkan respons terhadap terapi juga dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan precision medicine atau pengobatan presisi menjadi salah satu strategi yang semakin penting dalam dunia kesehatan modern untuk memastikan pasien memperoleh terapi yang sesuai dengan karakteristik biologis masing-masing.

Lebih lanjut, Dr. Felix memaparkan berbagai capaian penelitian yang dikembangkan di University of Birmingham dalam bidang epilepsi genetik. Penelitian tersebut memanfaatkan kemajuan teknologi biomedis, analisis genomik, dan data genetik untuk membantu proses diagnosis yang lebih akurat serta mendukung pengembangan terapi yang lebih personal. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus memperbaiki kualitas hidup pasien yang hidup dengan epilepsi.

Selain membahas perkembangan penelitian dan praktik klinis, kuliah tamu ini juga membuka wawasan peserta mengenai pentingnya riset translasi dalam menjembatani temuan ilmiah di laboratorium dengan penerapannya dalam pelayanan kesehatan. Peserta memperoleh gambaran bagaimana inovasi berbasis sains dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat langsung kepada pasien.

Kegiatan ini juga memberikan informasi mengenai peluang studi lanjut dan kolaborasi internasional di University of Birmingham. Dr. Felix memperkenalkan berbagai program pendidikan pascasarjana, lingkungan penelitian, serta peluang kerja sama yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk mengembangkan kompetensi di tingkat global.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan riset dan inovasi kesehatan yang berfokus pada peningkatan kualitas diagnosis dan terapi penyakit neurologis. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin melalui penyediaan akses terhadap pengetahuan mutakhir, peningkatan kapasitas akademik, serta pertukaran ilmu dengan pakar internasional. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui penguatan kerja sama akademik dan penelitian antara FK-KMK UGM dan University of Birmingham guna mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan. (Kontributor: Nimas Bella Puspita).