FK-KMK UGM. Program Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kuliah tamu mata kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kamis, 7 Mei 2026, di Ruang Teater Lantai 2 Perpustakaan FK-KMK UGM. Kegiatan yang mengangkat tema “Pengelolaan Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Industri Pertambangan dalam Perspektif Perlindungan Komunitas” ini diikuti oleh mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat dari berbagai peminatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di sektor industri berisiko tinggi.
Kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), khususnya pada industri pertambangan yang memiliki potensi risiko besar tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional tambang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya pengelolaan risiko yang terintegrasi guna menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus memberikan perlindungan bagi komunitas sekitar.
Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh penjelasan mengenai kerangka regulasi dan standar keselamatan kerja yang berlaku di sektor pertambangan Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup implementasi SMK3, mekanisme audit dan pengawasan keselamatan kerja, perkembangan praktik keselamatan di industri pertambangan, hingga berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam mewujudkan budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
Kuliah tamu juga mengulas berbagai contoh kasus dan tantangan keselamatan kerja di sektor pertambangan yang masih memerlukan perhatian serius. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi keselamatan pekerja, seperti kondisi lingkungan kerja, penggunaan alat berat, paparan bahan berbahaya, hingga aspek manajemen organisasi. Tidak hanya itu, diskusi juga menyoroti dampak aktivitas pertambangan terhadap masyarakat sekitar serta pentingnya pendekatan perlindungan komunitas dalam setiap strategi pengelolaan risiko.
Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai strategi pengendalian risiko, peningkatan budaya keselamatan, penguatan sistem pelaporan insiden, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keselamatan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif berbagai pihak.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan pemahaman mengenai perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja serta masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran yang memperkuat kompetensi mahasiswa berbasis isu dan praktik nyata di lapangan. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan budaya keselamatan kerja. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan risiko dan sistem keselamatan industri yang modern, sementara SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara dunia akademik, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat implementasi keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia. (Kontributor: Zilfani Fuadiyah Haq).




