FK-KMK UGM Selenggarakan MBTI Workshop untuk Perkuat Kompetensi Pendidik dan Mahasiswa Pendidikan Profesi Kesehatan

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Health Professions Education (MHPE) bersama Department of Medical Education and Bioethics (DPMB) FK-KMK UGM menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk MBTI Workshop sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dan peserta didik dalam bidang pendidikan profesi kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada 29 April 2026 ini menghadirkan Robin Robbins, Managing Director of The Myers-Briggs Company kawasan Asia Pacific sekaligus Master Trainer untuk MBTI Certification Programs, sebagai narasumber utama. Workshop dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh dosen, mahasiswa MHPE UGM, serta peserta FRIENDSHIP Fellows dari berbagai latar belakang akademik dan profesional.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), sebuah instrumen yang banyak digunakan untuk membantu individu mengenali preferensi kepribadian, pola komunikasi, serta cara berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pemahaman mengenai tipe kepribadian dinilai penting dalam konteks pendidikan profesi kesehatan karena dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan potensi individu.

Dalam pemaparannya, Robin Robbins menjelaskan bagaimana karakteristik kepribadian dapat memengaruhi cara seseorang belajar, mengajar, memimpin, serta bekerja dalam tim multidisiplin. Peserta diajak untuk memahami berbagai tipe kepribadian beserta kekuatan dan tantangan yang dimiliki masing-masing individu. Melalui pendekatan ini, peserta dapat mengidentifikasi strategi komunikasi yang lebih tepat dan membangun hubungan kerja yang lebih produktif dalam lingkungan akademik maupun profesional.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan suportif. Dengan memahami perbedaan karakteristik individu, pendidik diharapkan mampu merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif, sementara peserta didik dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama dan menghargai keberagaman dalam tim. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan dalam pendidikan profesi kesehatan yang menuntut kolaborasi lintas disiplin dan komunikasi yang efektif dalam praktik pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas pendidik dan peserta didik serta pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional dengan pakar global di bidang pengembangan pendidikan dan profesionalisme, yang membuka peluang pertukaran pengetahuan serta penguatan jejaring akademik lintas negara. (Kontributor: Annisa Nurul Huda).