FK-KMK UGM. Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Herbal Compounds in Experimental Animal Models: Insights into Neurobehavioural Study” dengan menghadirkan Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes., PA(K) sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi forum akademik yang membahas perkembangan penelitian terkait potensi senyawa herbal dalam mendukung fungsi otak melalui pendekatan neuroperilaku pada model hewan percobaan.
Dalam seminar tersebut, peserta yang terdiri atas akademisi, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kesehatan memperoleh pemahaman mengenai perkembangan riset bahan alam yang berpotensi menjadi alternatif terapi neuroprotektif berbasis bukti ilmiah. Topik ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan sumber daya alam sebagai bagian dari inovasi kesehatan yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Pada pemaparannya, Prof. Dwi menjelaskan bahwa berbagai tanaman obat mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Aktivitas biologis tersebut berperan penting dalam melindungi sel saraf dari kerusakan akibat stres oksidatif maupun proses inflamasi yang dapat memengaruhi fungsi kognitif seseorang. Salah satu tanaman yang banyak diteliti adalah Centella asiatica atau pegagan, yang diketahui memiliki potensi dalam mendukung fungsi memori, kemampuan belajar, serta kesehatan sistem saraf.
Lebih lanjut, Prof. Dwi menekankan bahwa efektivitas senyawa herbal tidak cukup dinilai melalui pendekatan molekuler maupun histologis semata. Evaluasi perilaku pada hewan percobaan menjadi aspek penting karena dapat memberikan gambaran langsung mengenai fungsi belajar, memori, dan kemampuan kognitif yang menjadi target utama pengembangan terapi neuroprotektif.
Seminar juga membahas berbagai metode neurobehavioural study yang umum digunakan dalam penelitian neurosains. Di antaranya adalah Object Recognition Test (ORT) yang digunakan untuk menilai memori pengenalan serta Morris Water Maze (MWM) yang berfungsi mengevaluasi kemampuan belajar dan memori spasial pada hewan percobaan. Menurut Prof. Dwi, perkembangan teknologi analisis perilaku saat ini memungkinkan interpretasi hasil penelitian yang lebih objektif dan komprehensif.
Penggunaan pendekatan berbasis Support Vector Machine (SVM) dan sistem Morris Water Maze Unbiased Strategy Classification (MUST-C) menjadi salah satu inovasi dalam analisis perilaku hewan. Teknologi tersebut membantu peneliti mengidentifikasi strategi navigasi dan perubahan fungsi kognitif secara lebih akurat sehingga meningkatkan validitas serta kualitas hasil penelitian yang dihasilkan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan penelitian kesehatan serta inovasi terapi yang berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan forum ilmiah yang memperluas wawasan akademik, meningkatkan kapasitas peneliti, dan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset. Di samping itu, seminar ini turut berkontribusi terhadap SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, dan sinergi antarpeneliti dalam mendukung kemajuan ilmu kesehatan di Indonesia. (Kontributor: Yusuf Choirul).




