FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam pengembangan bidang kepemudaan dan keolahragaan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kerja sama tersebut dilaksanakan pada Minggu, 24 Mei 2026, di Ruang Inovasi, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM sebagai upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul, sports science, serta inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi jangka panjang yang berfokus pada pengembangan kepemudaan dan keolahragaan secara berkelanjutan. Melalui kemitraan tersebut, UGM dan Kemenpora berkomitmen untuk saling mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem olahraga nasional berbasis riset dan inovasi.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup pengembangan bidang kepemudaan dan keolahragaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, pembudayaan olahraga, pengembangan sentra pemberdayaan pemuda, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pemuda dan tenaga keolahragaan, serta penguatan program pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan industri olahraga dan optimalisasi pemanfaatan sarana serta prasarana yang dimiliki kedua institusi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat penting, di antaranya Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc., serta Komisaris Utama PT Bank Mega Tbk, Chairul Tanjung. Dari pihak UGM hadir Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., beserta jajaran pimpinan universitas. FK-KMK UGM turut diwakili oleh Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH., bersama tim, serta pengelola Departemen Gizi Kesehatan UGM, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.TP., M.P. dan Dr. Mirza Hapsari, S.TP., S.Gz., MPH., RD.
Dalam sambutannya, Prof. Ova Emilia menyampaikan bahwa nota kesepahaman tersebut menjadi awal baru bagi pengembangan pemuda dan olahraga berbasis ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan informasi. Ia menegaskan bahwa implementasi kerja sama ini akan banyak melibatkan FK-KMK UGM, khususnya dalam pengembangan sports science yang semakin dibutuhkan dalam pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga nasional.
Kontribusi FK-KMK UGM dalam bidang sports science sejatinya telah berlangsung cukup lama. Departemen Gizi Kesehatan UGM diketahui telah menjalin kerja sama dengan Kemenpora sejak tahun 2014 melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada bidang pendidikan, mahasiswa Program Sarjana Gizi dan Profesi Dietisien memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik lapangan melalui pendampingan dan asuhan gizi bagi atlet di berbagai sentra pembinaan nasional.
Sementara itu, pada bidang penelitian, kolaborasi difokuskan pada pengembangan pembinaan olahraga berbasis bukti ilmiah yang mencakup perilaku kesehatan atlet, penerapan aturan anti-doping, hingga kajian variasi genetik yang berpengaruh terhadap performa olahraga. Adapun pada aspek pengabdian kepada masyarakat, berbagai program telah dilaksanakan, termasuk pendampingan gizi atlet pelajar dan edukasi penggunaan suplemen bagi atlet disabilitas.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, peningkatan kualitas olahraga nasional tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan prestasi semata, tetapi juga memerlukan dukungan riset, teknologi, sport science, sport nutrition, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam proses pembinaan atlet modern.
Kolaborasi antara UGM dan Kemenpora diharapkan mampu memperkuat integrasi antara kebijakan publik dan keunggulan akademik dalam menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Sinergi tersebut sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai inovasi baru yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan, kebugaran, dan prestasi generasi muda Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan program olahraga berbasis ilmu pengetahuan yang mendukung kesehatan dan kebugaran masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pendidikan, pelatihan, dan riset di bidang sports science. Kolaborasi tersebut juga berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong inovasi teknologi serta riset keolahragaan. Di samping itu, kerja sama antara UGM dan Kemenpora menjadi implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang kepemudaan dan olahraga. (Kontributor: Yurisadensi Eka).




