FK-KMK UGM Tingkatkan Kompetensi Tata Laksana Tiroid melalui Pelatihan Radiofrequency Ablation di RSJ Soerojo Magelang

FK-KMK UGM. Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM mengikuti Pelatihan Radiofrequency Ablation (RFA) Thyroid yang diselenggarakan di RSJ Soerojo Magelang. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 18–22 Mei 2026, dengan tujuan memperkuat kompetensi klinis dalam penanganan penyakit tiroid berbasis teknologi minimal invasif. Pelatihan ini diikuti oleh dr. Vina Yanti Susanti, M.Sc., Ph.D., SpPD, Subsp.EMD(K), yang mendapatkan penugasan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan terkait tata laksana nodul tiroid menggunakan teknologi Radiofrequency Ablation.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran yang mencakup evaluasi ultrasonografi tiroid, interpretasi karakteristik nodul tiroid, teknik Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB), hingga pemahaman anatomi yang mendukung pelaksanaan tindakan RFA. Materi tersebut diberikan secara terintegrasi dengan pendekatan praktik klinis sehingga peserta dapat memahami seluruh tahapan penatalaksanaan pasien secara menyeluruh. Menurut dr. Vina Yanti Susanti, pelatihan ini memberikan pengalaman berharga dalam memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam pelayanan pasien dengan gangguan tiroid.

Melalui pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempelajari standar keselamatan prosedur, pemilihan pasien yang tepat, serta strategi penanganan komplikasi yang mungkin terjadi selama tindakan. Penguatan kompetensi ini diharapkan mampu mendukung implementasi pelayanan kesehatan berbasis bukti (evidence-based medicine) yang lebih optimal di lingkungan rumah sakit pendidikan maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menyediakan layanan yang aman, efektif, dan berbasis teknologi. SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena mendorong pengembangan kompetensi akademik dan profesional tenaga pendidik. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi medis modern berupa Radiofrequency Ablation. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik dan pelayanan kesehatan untuk menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. (Kontributor: dr. Vina Yanti Susanti., M.Sc., Ph.D.,SpPD,Subsp.EMD(K)).