FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak – Program Riset dan Organisasi (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Penutupan Studi CVIA 111 bersama RSUD Buleleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, serta lima puskesmas mitra di Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari evaluasi dan apresiasi atas pelaksanaan penelitian vaksin rotavirus pada bayi Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026 di Aula RSUD Buleleng.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan RSUD Buleleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dan tim PKKA-PRO FK-KMK UGM. Dalam kesempatan tersebut, para peserta memperoleh pemaparan mengenai persiapan studi yang telah dilakukan sejak awal pelaksanaan penelitian hingga kronologi penghentian studi vaksin rotavirus. Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk memastikan seluruh tahapan terminasi penelitian berjalan sesuai standar etika, regulasi penelitian klinis, serta tetap mengedepankan keselamatan dan hak peserta penelitian.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan studi. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, perwakilan RSUD Buleleng, tenaga kesehatan dari Puskesmas Buleleng I, Buleleng II, Buleleng III, Sukasada I, dan Sawan I, serta para akademisi dan peneliti dari PKKA-PRO FK-KMK UGM. Kehadiran Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. dan Prof. Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., Sp.MK. semakin menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan riset kesehatan yang berkualitas.
Selain menjadi ajang evaluasi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi penyerahan plakat sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi selama proses penelitian berlangsung. Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi dan kerja sama yang telah mendukung terlaksananya studi secara baik, mulai dari proses rekrutmen peserta, pemantauan kesehatan, hingga pelaksanaan berbagai prosedur penelitian yang membutuhkan koordinasi lintas institusi.
Studi CVIA 111 sendiri merupakan bagian dari upaya pengembangan penelitian kesehatan anak yang berfokus pada pencegahan penyakit infeksi melalui pendekatan ilmiah berbasis bukti. Meskipun penelitian telah dihentikan sesuai keputusan dan prosedur yang berlaku, berbagai pengalaman, data, serta pembelajaran yang diperoleh selama pelaksanaan studi diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan penelitian kesehatan anak di masa mendatang.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya mendukung penelitian yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan anak dan pencegahan penyakit infeksi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, transfer pengetahuan, serta pengembangan kompetensi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam memperkuat ekosistem riset kesehatan dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan anak, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah untuk mendukung kemajuan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Kontributor: Brigitta Beata Pradhaningtyas, Dhimas Sholikhul Huda).




