FK-KMK UGM Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat Melalui Sharing Perjalanan Pasien Gagal Ginjal

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia menyelenggarakan Live Webinar bertajuk “Sharing Perjalanan Pasien Gagal Ginjal bersama Kampung Sehat” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit gagal ginjal dan pentingnya penerapan perilaku hidup sehat. Kegiatan yang merupakan bagian dari pendampingan Kampung Sehat di Yogyakarta tersebut dilaksanakan secara daring pada 29 April 2026 dan diikuti oleh masyarakat, kader kesehatan, serta jejaring Kampung Sehat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan menghadirkan M. Farhan sebagai pasien gagal ginjal anak, Ibu Jasinah sebagai orang tua pasien gagal ginjal, serta Dr. Azas Tigor Nainggolan, S.H., M.Si., M.H. sebagai moderator. Melalui sesi berbagi pengalaman tersebut, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai dampak penyakit kronis yang tidak hanya memengaruhi kondisi kesehatan, tetapi juga kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi keluarga.

Dalam pemaparannya, Farhan menceritakan perjalanan panjang yang harus dijalaninya sejak mengalami gagal ginjal pada usia sekolah dasar. Ia harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin dan bersama kedua orang tuanya berpindah tempat tinggal ke rumah petak di Jakarta Timur agar lebih dekat dengan fasilitas kesehatan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat mengubah kehidupan keluarga secara signifikan, mulai dari pola aktivitas sehari-hari hingga kondisi ekonomi rumah tangga.

Sementara itu, Ibu Jasinah membagikan kisah anaknya yang mengalami gagal ginjal setelah memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis dalam jumlah tinggi sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa anaknya terbiasa mengonsumsi minuman kemasan beberapa kali dalam sehari, sementara konsumsi air putih sangat minim.

Ia menjelaskan bahwa gejala awal seperti tubuh mudah lelah, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, mual, hingga tekanan darah tinggi sempat dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Kondisi tersebut membuat diagnosis terlambat diketahui. Selain menghadapi tantangan kesehatan, keluarga juga harus menanggung beban ekonomi yang cukup besar selama proses pengobatan berlangsung. Kisah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai pentingnya membangun pola hidup sehat sejak dini serta mengenali gejala penyakit secara lebih cepat.

Melalui kegiatan ini, Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM bersama FAKTA Indonesia dan jaringan Kampung Sehat berupaya memperkuat edukasi kesehatan berbasis komunitas. Pendekatan yang mengedepankan pengalaman nyata pasien dan keluarga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk dampak konsumsi minuman berpemanis berlebihan terhadap kesehatan ginjal.

Selain memberikan informasi kesehatan, webinar ini juga memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi masyarakat, kader kesehatan, dan komunitas lokal dalam membangun gerakan promosi kesehatan yang lebih partisipatif. Kehadiran Kampung Sehat sebagai wadah edukasi masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku sehat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular dan menerapkan perilaku hidup sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyebarluasan edukasi kesehatan berbasis pengalaman nyata yang memberikan pembelajaran kontekstual bagi masyarakat, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses informasi kesehatan kepada berbagai kelompok masyarakat melalui platform daring yang mudah dijangkau, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun upaya promosi kesehatan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. (Kontributor: Hafizha Ulya Nafi’u dan Nia Lestari Muqarohmah).