Dosen FK-KMK UGM Berpartisipasi dalam Vas-Cog Asia Online Meeting 2026

FK-KMK UGM. Dosen Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D., Sp.N., Subsp.NGD(K) berpartisipasi dalam forum ilmiah Vas-Cog Asia Online Meeting 2026. Forum bertajuk Current Trends in Vascular Cognitive Impairment in Asia ini diselenggarakan pada Minggu, 26 April 2026 secara daring dengan melibatkan para akademisi dan praktisi dari berbagai negara di Asia.

Partisipasi FK-KMK UGM dalam forum ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan ilmu neurologi, khususnya terkait gangguan kognitif yang berkaitan dengan penyakit vaskular. Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan hasil riset terbaru, sekaligus mendorong pengembangan strategi pencegahan dan penanganan demensia yang lebih efektif di kawasan Asia.

Dalam forum tersebut, Dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D., Sp.N., Subsp.NGD(K), staf Divisi Memori Departemen Neurologi FK-KMK UGM sekaligus anggota Vas-Cog Asia di Indonesia, berperan aktif dalam menjembatani diskusi lintas negara. Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring internasional serta membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas di bidang neurologi.

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan dan regenerasi peneliti, Dr. Amelia turut mendorong peneliti muda, dr. Distya Nugrahening, Sp.N., F.Neurobehavior, untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dalam sesi Young Investigator. Penelitian yang berjudul Clinical Characteristics of Patients Attending a Memory Clinic in Indonesia Early Findings from the Sardjito Dementia Registry ini mengangkat data klinis lokal yang berkontribusi dalam memahami karakteristik pasien gangguan kognitif di Indonesia.

Kajian tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan registri demensia berbasis data di Indonesia. Melalui pendekatan ini, Departemen Neurologi FK-KMK UGM turut membangun fondasi bagi sistem kesehatan yang lebih presisi dan berbasis bukti. Selain itu, sesi diskusi juga menghadirkan berbagai perspektif dari peneliti internasional yang membahas aspek anatomi, pencitraan, patofisiologi, hingga epidemiologi gangguan kognitif vaskular.

Kehadiran peserta didik, termasuk mahasiswa dan peserta program pendidikan dokter spesialis, turut memperkuat proses transfer pengetahuan secara berkelanjutan. Keterlibatan ini diharapkan mampu membentuk generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan berpikir kritis.

Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan strategi pencegahan dan penanganan gangguan kognitif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari keterlibatan peneliti muda dan peserta didik dalam forum ilmiah internasional yang mendorong pembelajaran berbasis bukti. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur diwujudkan melalui pengembangan riset berbasis data dan registri penyakit sebagai dasar inovasi layanan kesehatan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dari kolaborasi lintas negara dalam penguatan jejaring penelitian dan pengembangan ilmu neurologi. (Kontributor: Distya Nugrahening Pradhani).