FK-KMK UGM Terima Studi Banding FK Unhas Bahas Pengelolaan PPDS dan Academic Health System

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) Makassar pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM ini membahas sistem pengelolaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) serta pengembangan Academic Health System (AHS).

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., menyampaikan bahwa pertemuan ini merupaskan hal yang penting untuk saling bertukar pengalaman dan strategi dalam pengelolaan pendidikan kedokteran. Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan kedokteran tidak hanya terjadi pada jenjang spesialis dan subspesialis, tetapi juga pendidikan dokter secara umum.

“Kita melihat apa yang hendak kita diskusikan sangat penting, karena memang yang kita diskusikan ini menjadi tantangan bagi fakultas kedokteran di Indonesia. Sebenarnya tidak hanya di spesialis dan subspesialis, tetapi juga di pendidikan dokter. Sehingga semuanya harus kita cermati bersama, terlebih semakin banyak universitas yang membuka fakultas kedokteran,” jelas dr. Hamim.

Delegasi dari FK Unhas dipimpin oleh Dr. dr. A. Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI., Subsp.M.N(K), yang menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperoleh masukan terkait pengelolaan PPDS, khususnya dalam pengembangan program subspesialis. Menurutnya, jumlah peserta didik PPDS yang besar di FK Unhas menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mempersiapkan pembukaan program studi subspesialis baru.

“Kami sangat membutuhkan masukan-masukan dari FK-KMK UGM karena peserta didik PPDS lebih dari 2.000 dengan 28 program studi mendapatkan tantangan tersendiri ketika ada arahan untuk membuka program studi baru khususnya subspesialis. Di FK-KMK UGM sendiri sudah ada 10 program studi subspesialis, sementara di FK Unhas baru empat. Karena itu, kami datang berdiskusi dengan FK-KMK UGM,” ungkapnya.

Dalam sesi pemaparan, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., menjelaskan sistem pengelolaan PPDS yang diterapkan di FK-KMK UGM. dr. Hamim menyampaikan bahwa FK-KMK UGM saat ini memiliki 26 program studi spesialis dan 10 program studi subspesialis. Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam pembukaan program studi baru, baik dari sisi tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, maupun sistem tata kelola akademik.

Selain membahas PPDS, pertemuan kedua institusi juga memaparkan implementasi Academic Health System (AHS) yang dikembangkan bersama berbagai mitra layanan kesehatan. AHS FK-KMK UGM menyampaikan berbagai program dalam memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah. Cakupan kerja sama AHS FK-KMK UGM meliputi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga seluruh wilayah di Kalimantan.

Dalam diskusi tersebut, FK-KMK UGM turut menjelaskan mekanisme distribusi residen dan strategi pemerataan dokter spesialis maupun subspesialis di wilayah AHS. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung pemerataan akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan mutu pendidikan klinis di berbagai daerah.

Setelah sesi diskusi, rombongan FK Unhas diajak berkeliling untuk melihat suasana akademik dan berbagai fasilitas penunjang di lingkungan FK-KMK UGM. Kunjungan meliputi InaHEALTH, Klinik Sehati, Perpustakaan FK-KMK UGM, serta Museum Bio-Paleoantropologi dan Anatomi. Melalui kunjungan ini, rombongan FK Unhas dapat melihat secara langsung fasilitas yang mendukung pengembangan pendidikan kedokteran di FK-KMK UGM.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem pendidikan dokter spesialis yang mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan tata kelola pendidikan kedokteran yang inovatif dan berkelanjutan. Kolaborasi antar institusi pendidikan kedokteran juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik dan layanan kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional yang merata dan berkualitas. (Humas/Sitam).