FK-KMK UGM Dosen dan Tenaga Kependidikan Ikuti Forum Internasional DISCERN-DSS di Yunani

FK-KMK UGM. Staf Departemen Biokimia bersama perwakilan Program Studi Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam proyek internasional ERASMUS+ DISCERN-DSS melalui dua agenda utama, yaitu The 3rd Consortium Plenary Meeting dan The 2nd International Train-the-Trainers Workshop. Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran berbasis transformasi digital dan kolaborasi global. Kegiatan dilaksanakan pada 26–30 Januari 2026 di Aristotle University of Thessaloniki (AUTH), Yunani, dengan melibatkan berbagai mitra internasional dalam konsorsium pendidikan kesehatan.

Proyek “Digitally Enhanced Scenario-Based Learning for Digital Soft Skills” (DISCERN-DSS) merupakan inisiatif strategis yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital soft skills mahasiswa kedokteran melalui pendekatan pembelajaran berbasis skenario digital atau digital scenario-based learning (D-SBL). Program ini didanai oleh European Commission melalui skema ERASMUS-EDU-2024-CBHE dan melibatkan berbagai institusi pendidikan tinggi dari Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta mitra internasional seperti Aristotle University of Thessaloniki, European Union of Medical Specialists, dan Karolinska Institutet.

Dalam rapat pleno konsorsium ketiga, para peserta mendiskusikan capaian program serta strategi implementasi proyek untuk periode 2025–2027. Forum ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan rencana pengembangan kurikulum dan transfer pengetahuan kepada tenaga pendidik di masing-masing institusi. Sementara itu, kegiatan Train-the-Trainers Workshop berfokus pada peningkatan kapasitas dosen sebagai fasilitator pembelajaran berbasis digital, khususnya dalam mengintegrasikan pendekatan D-SBL ke dalam kurikulum pendidikan kedokteran.

Partisipasi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif institusi dalam merespons perkembangan teknologi di bidang kesehatan, termasuk integrasi kecerdasan buatan dan pembelajaran digital dalam pendidikan medis. Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan tenaga pendidik mampu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan klinis di era modern.

Selain itu, keterlibatan dalam konsorsium internasional ini juga membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring global yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi institusi di tingkat internasional. Mahasiswa sebagai penerima manfaat utama diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan masa depan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis digital yang meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dari upaya menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terlihat dari kolaborasi internasional antara institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan inovasi pendidikan dan riset kesehatan. (Kontributor: dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D).