FK-KMK UGM. Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK-KMK UGM menyelenggarakan tracer study tahun 2024 sebagai upaya evaluasi keberhasilan lulusan dalam memasuki dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat serapan kerja, relevansi kompetensi, serta kepuasan lulusan terhadap pekerjaan yang dijalani. Tracer study ini dilaksanakan pada tahun 2024 dengan melibatkan seluruh lulusan program, sehingga menghasilkan data yang komprehensif dan representatif.
Hasil tracer study menunjukkan capaian yang sangat positif, di mana seluruh lulusan atau 100 persen berhasil terserap di dunia kerja. Sebanyak 14 alumni berpartisipasi dalam survei dengan tingkat respons mencapai 100 persen, mencerminkan keterlibatan aktif lulusan dalam mendukung evaluasi program pendidikan. Mayoritas lulusan bekerja secara penuh waktu, dengan sebagian besar berkarier di instansi pemerintah, serta menjalankan praktik mandiri sebagai dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
Dari sisi waktu tunggu kerja, sebagian besar lulusan berhasil memperoleh pekerjaan dalam rentang 0 hingga 3 bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga spesialis jantung dan pembuluh darah di Indonesia, sekaligus mencerminkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja. Selain itu, seluruh responden menyatakan bahwa pekerjaan yang dijalani sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh, dengan mayoritas menilai kompetensi yang diperoleh selama pendidikan sangat relevan dengan kebutuhan praktik klinis.
Tingkat kepuasan kerja lulusan juga tergolong tinggi. Seluruh responden menyatakan puas terhadap pekerjaan mereka, dengan kompetensi klinis, kemampuan komunikasi, serta keterampilan pemecahan masalah dinilai berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dijalankan telah mampu membekali lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam praktik profesional.
Dalam proses memperoleh pekerjaan, jejaring selama masa studi berperan signifikan. Sebagian lulusan mendapatkan pekerjaan melalui relasi akademik maupun dihubungi langsung oleh pemberi kerja. Bahkan, sebagian besar lulusan hanya memerlukan satu lamaran untuk mendapatkan pekerjaan, yang menandakan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kualitas lulusan program ini.
Dari sisi kesejahteraan, lulusan berada pada kategori penghasilan yang tergolong sejahtera. Seluruh lulusan bekerja di sektor kesehatan dan tersebar di berbagai fasilitas layanan, baik rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, maupun praktik mandiri, sehingga berkontribusi langsung dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontribusi lulusan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kardiovaskular bagi masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena keberhasilan program pendidikan dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi ditunjukkan melalui tingginya tingkat serapan kerja lulusan serta kesejahteraan yang diperoleh dalam profesi yang dijalani. (Kontributor: Untara Vivi C).




