Dosen FK-KMK UGM Publikasikan Temuan Penting Prediksi Risiko Jantung di Jurnal Internasional

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama tim peneliti memublikasikan artikel ilmiah dengan judul “Cumulative Serum Endothelin-1 and Endothelin-3 Level Predicts 1-year Adverse Cardiac Events after ST-Elevation Acute Myocardial Infarction” dalam International Journal of Angiology, yang diterbitkan pada tahun 2026. Penelitian ini ditulis oleh Astrid Karina Putri, Anggoro Budi Hartopo, Ira Puspitawati, dan Budi Yuli Setianto, yang merupakan bagian dari staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM. Publikasi ini menyoroti upaya identifikasi prediktor risiko komplikasi jangka panjang pada pasien pasca serangan jantung tipe ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI), sebagai bagian dari penguatan layanan klinis berbasis bukti di bidang kardiovaskular.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 81 pasien yang mengalami STEMI, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar endothelin-1 (ET-1) dan endothelin-3 (ET-3) dalam serum dengan risiko kejadian kardiovaskular merugikan dalam satu tahun pasca kejadian awal. Data klinis pasien dianalisis secara longitudinal untuk melihat perkembangan kondisi serta kemungkinan munculnya komplikasi seperti serangan jantung berulang, gagal jantung, maupun kejadian kardiovaskular lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 29% pasien mengalami kejadian kardiovaskular merugikan dalam periode satu tahun. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa pasien dengan kadar ET-1 dan ET-3 yang lebih tinggi memiliki risiko yang secara signifikan lebih besar untuk mengalami komplikasi tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua biomarker tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat prediksi klinis yang efektif dalam stratifikasi risiko pasien pasca STEMI.

Lebih lanjut, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam praktik klinis, khususnya dalam pengambilan keputusan medis yang lebih presisi. Dengan mengetahui profil risiko pasien sejak dini, tenaga medis dapat merancang strategi pemantauan dan intervensi yang lebih tepat sasaran, sehingga berpotensi menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit jantung.

Selain itu, kolaborasi antara klinisi dan akademisi dalam penelitian ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kedokteran berbasis riset. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen FK-KMK UGM dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Penelitian ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menghasilkan riset kesehatan yang berdampak luas. (Kontributor: Untara Vivi C).