FK-KMK UGM. Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan ujian disertasi bagi dr. Teresa Lucretia sebagai bagian dari proses akhir pendidikan doktoral. Ujian ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026 di Ruang Ujian Prodi S3, Gedung Pascasarjana Tahir Sayap Utara Lantai 3, dan dipimpin oleh Prof. Marsetyawan. Dalam sidang tersebut, dr. Teresa dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji.
Dr. Teresa Lucretia yang merupakan dosen Departemen Histologi Universitas Kristen Maranatha Bandung mempresentasikan disertasi berjudul Dampak Progresi Diabetes terhadap Lien Tikus Kajian Stereologi, Histopatologi, Flow Cytometry dan Ekspresi Ligan Kemokin. Penelitian ini mengkaji pengaruh diabetes melitus terhadap lien atau limpa, organ penting dalam sistem imun. Diabetes tidak hanya berdampak pada gangguan metabolik berupa hiperglikemia, tetapi juga berimplikasi pada penurunan daya tahan tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal diabetes, limpa masih mempertahankan ukuran normal secara makroskopis, namun telah terjadi aktivasi imun adaptif. Hal ini ditandai dengan peningkatan aktivitas pulpa alba, infiltrasi sel inflamasi, peningkatan jumlah limfosit T dan B, serta peningkatan ekspresi gen ligan kemokin CCL19. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pada tahap awal, limpa masih berperan aktif dalam merespons kondisi hiperglikemia dan stres oksidatif sistemik.
Sebaliknya, pada fase lanjut diabetes ditemukan involusi struktural dan fungsional lien. Perubahan tersebut meliputi penyusutan ukuran organ, penurunan volume pulpa alba dan zona marginalis, peningkatan fraksi jaringan ikat, serta tidak ditemukannya peningkatan jumlah limfosit T dan B. Kondisi ini mencerminkan kelelahan imun dan penurunan kapasitas respons imun adaptif pada diabetes kronis, termasuk gangguan regulasi migrasi sel imun akibat ketidakseimbangan ekspresi ligan kemokin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin, mulai dari analisis mikroskopis kualitatif dan semi kuantitatif, stereologi kuantitatif, penghitungan sel imun melalui flow cytometry, hingga analisis ekspresi gen menggunakan qRT-PCR. Integrasi pendekatan morfologis, imunologis, dan molekuler tersebut menghasilkan gambaran komprehensif mengenai perubahan organ imun akibat progresi diabetes.
Selama studi doktoralnya, dr. Teresa dibimbing oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D. dan Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D., dengan tim penguji yang terdiri atas pakar di bidang histologi, patologi klinik, penyakit dalam, dan pendidikan kedokteran. Dewan penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis serta kontribusi ilmiah penelitian ini dalam memperkaya pemahaman mengenai dampak sistemik diabetes terhadap sistem imun.
Berdasarkan hasil sidang, dr. Teresa Lucretia resmi menyandang gelar Doktor. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengendalian diabetes sejak dini, tidak hanya untuk mencegah komplikasi organ, tetapi juga untuk menjaga ketahanan sistem kekebalan tubuh.
Pencapaian akademik ini sejalan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontribusi riset dalam pengendalian diabetes dan penguatan sistem imun untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, SDG 4:Pendidikan Berkualitas dari penyelenggaraan pendidikan doktoral berbasis riset ilmiah yang ketat dan bermutu tinggi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi riset biomedik seperti flow cytometry dan analisis molekuler dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi dan multidisiplin dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran. (Kontributor: Rina Susilowati).


