FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM memublikasikan artikiel ilmiah dengan judul “Effect of human platelet-rich fibrin lysate on collagen type I, collagen type III, and matrix metalloproteinase 1: a protocol study on rat models with pelvic organ prolapse” pada jurnal F1000Research, Volume 14 (2025) yang dipublikasikan pada 16 September 2025. Publikasi ini ditulis oleh Dr. dr. Akbar Novan Dwi Saputra, Sp.O.G; Prof. Dr. dr. Dicky Moch Rizal, M.Kes., Sp.And., AIFM.; dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG., Subsp.OG; Prof. Dr. dr. Y. Widodo Wirohadidjojo, Sp.KK.(K); Prof. Dr. dr. Dwi Cahyani Ratna Sari, M.Kes.PA(K); Nandia Septiyorini; serta Raden Mas Sonny Sasotya. Artikel tersebut melaporkan riset mengenai potensi human platelet-rich fibrin lysate (hPRF-L) sebagai terapi regeneratif pada kondisi Prolaps Organ Panggul (POP).
Penelitian ini bertujuan menelaah efek injeksi hPRF-L terhadap ekspresi kolagen tipe I, kolagen tipe III, dan matrix metalloproteinase-1 (MMP-1) pada mukosa vagina. POP merupakan gangguan yang banyak dialami perempuan, terutama usia lanjut dan pascapersalinan, akibat melemahnya struktur penunjang dasar panggul. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan keluhan fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kesehatan mental perempuan.
Dalam rancangan penelitian eksperimental ini, model POP diinduksi pada tikus betina Sprague-Dawley yang kemudian dibagi ke dalam kelompok kontrol, sham, dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan mendapatkan injeksi hPRF-L dengan dosis bervariasi secara mingguan selama empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui pemeriksaan ekspresi gen menggunakan quantitative reverse transcription polymerase chain reaction (qRT-PCR) serta analisis imunohistokimia, yang selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan ekspresi kolagen tipe I dan III serta penurunan kadar MMP-1 pada kelompok yang menerima terapi hPRF-L. Temuan ini mengindikasikan bahwa hPRF-L berpotensi memperbaiki struktur jaringan dan menekan proses degradasi matriks ekstraseluler. Dengan demikian, terapi ini membuka peluang pengembangan penatalaksanaan POP yang lebih minimal invasif dibandingkan prosedur pembedahan konvensional.
Penelitian ini menegaskan potensi hPRF-L sebagai terapi regeneratif inovatif untuk prolaps organ panggul. Hasil kajian diharapkan menjadi pijakan awal bagi riset lanjutan menuju penerapan klinis, sekaligus memperkuat kontribusi FK-KMK UGM dalam pengembangan terapi berbasis bukti untuk kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan melalui pengembangan inovasi medis yang aman dan efektif, SDG 5: Kesetaraan Gender dengan fokus pada peningkatan kesehatan reproduksi perempuan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang kedokteran regenerative, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Dr. dr. Akbar Novan Dwi Saputra, Sp.O.G,)




