Workshop FK-KMK UGM Bekali Usaha Catering Sleman dengan Pengetahuan Keamanan Pangan

FK-KMK UGM. Dalam rangka memperkuat sistem pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di Sleman, Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi (BEPH), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan workshop khusus yang ditujukan bagi para penjamah makanan dari usaha jasa boga. Kegiatan ini berlangsung secara luring pada Kamis (17/07) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dengan menghadirkan 15 perwakilan usaha catering dari berbagai kapanewon.

Peserta workshop merupakan penyedia jasa boga yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sehingga kegiatan ini dipandang sangat penting sebagai langkah awal pembinaan sekaligus peningkatan kapasitas penyelenggaraan makanan yang aman. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, Sleman menempati urutan pertama kasus KLB keracunan pangan di wilayah Yogyakarta. Banyak di antaranya terjadi pada makanan yang dikonsumsi di sekolah maupun acara masyarakat, di mana sumber pangan berasal dari catering. Kondisi ini mendorong perlunya intervensi untuk menekan potensi penyebaran penyakit akibat makanan tercemar.

Workshop menghadirkan narasumber dari FK-KMK UGM, Rumah Sakit Akademik UGM, serta Dinas Kesehatan Sleman. Materi yang dibahas meliputi kebijakan keamanan pangan, pengenalan cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan, pentingnya menjaga higienitas sejak tahap awal, produksi pangan siap saji yang aman, sanitasi tempat pengolahan makanan, teknik pembersihan peralatan masak, hingga strategi pengendalian vektor pembawa penyakit. Diskusi berjalan interaktif dengan peserta yang aktif bertanya seputar praktik sederhana namun vital, seperti cara menyimpan bahan mentah agar tetap segar, teknik membersihkan peralatan masak, hingga tips memilih bahan baku yang aman.

Melalui kegiatan ini, BEPH FK-KMK UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan pangan. Upaya ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan. (Kontributor: Nanda Melania Dewi).