Vaksin covid-19 di Bantul

FK-KMK UGM. Raisa Radio UGM mendatangkan pembicara Agus Budiraharja, S.KM., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Alumni S2 IKM UGM Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM berbagi ilmu dengan topik “Vaksin Covid-19 di Bantul”. Acara yang berlangsung selama hampir satu jam ini disiarkan melalui aplikasi Raisa Radio dan website ph.fk.ugm.ac.id, Kamis (18/2).

Presentator yang akrab disapa Agus menjelaskan konsep terkait imunisasi atau vaksinasi. “Pembentukan sistem kekebalan tubuh manusia aktif dapat terjadi secara alamiah atau dengan rekayasa seperti imunisasi atau vaksinasi”, ungkapnya.

Upaya mempecepat terjadinya imunitas kelompok, maka diperlukan vaksinasi untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular secara masif. “Vaksin akan membuat tubuh manusia mengenal bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu, sehingga respon sistem kekebalan tubuh aktif saat terpapar bakteri atau virus tersebut. Herd Immunuty terjadi saat cakupan vaksinasi mencapai 70% jumlah penduduk”, jelas Agus.

Vaksinasi di Bantul diberikan dalam dua tahap. Sasaran tahap pertama diberikan kepada 7.728 tenaga kesehatan. Sasaran tahap kedua diberikan kepada pelayanan public, yaitu guru, tokoh agama, ASN, pedagang pasar, petugas pariwisata dan lain-lain. “Masyarakat tidak perlu ragu menerima vaksin karena sudah teruji keamanan, kualitas, dan kemanjuran dari Badan POM serta secara fatwa MUI hukumnya halal”, himbau Agus. (Arif AR/Reporter)

X