FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) menyelenggarakan Workshop Nasional Pengembangan Target Product Profile (TPP) Sistem Surveilans Air Limbah untuk Patogen Berpotensi Pandemi sebagai bagian dari penelitian Wastewater Surveillance for Pandemic Prevention (WaSPP). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, di Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta.
Workshop tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), World Health Organization (WHO), Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), laboratorium kesehatan, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai mitra penelitian. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dalam membangun sistem deteksi dini penyakit yang berbasis bukti ilmiah dan mampu mendukung pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.
Dalam kegiatan ini, peserta mendiskusikan pengembangan Wastewater Environmental Surveillance (WES) atau surveilans air limbah, yaitu pendekatan yang memanfaatkan pemeriksaan materi genetik patogen berupa DNA maupun RNA dari limbah domestik untuk mendeteksi penyebaran penyakit di masyarakat. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai sistem peringatan dini terhadap munculnya penyakit menular sebelum kasus teridentifikasi melalui layanan kesehatan.
Di Indonesia, implementasi WES telah dimulai sejak 2015 dengan fokus pada surveilans poliovirus di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan RI. Melalui penelitian WaSPP, PKKA-PRO FK-KMK UGM berupaya memperluas pemanfaatan teknologi tersebut agar dapat mendeteksi berbagai patogen yang berpotensi menimbulkan pandemi. Salah satu tahapan penting dalam pengembangan sistem tersebut adalah penyusunan Target Product Profile (TPP) yang mendefinisikan karakteristik minimal maupun optimal agar sistem surveilans dapat diterapkan secara efektif, berkelanjutan, dan sesuai dengan konteks nasional.
Rangkaian workshop dikemas melalui pemaparan materi, survei terstruktur, sesi co-design, serta Focus Group Discussion (FGD). Penelitian WaSPP dipresentasikan oleh dr. Vicka Oktaria, M.P.H., Ph.D., FRSPH, sementara konsep penyusunan Target Product Profile dipaparkan oleh dr. Riris Andono Ahmad, M.P.H., Ph.D. Kedua narasumber menjelaskan pentingnya penyusunan TPP sebagai pedoman dalam mengembangkan sistem surveilans yang memiliki standar operasional, indikator, dan mekanisme implementasi yang jelas.
Selanjutnya, para peserta memberikan berbagai masukan terhadap komponen utama pengembangan sistem, mulai dari tujuan penggunaan, penentuan target populasi dan jenis patogen yang dipantau, metode pengambilan serta pengujian sampel, kapasitas laboratorium, aspek biosafety, sistem pelaporan, tata kelola data, hingga strategi implementasi secara bertahap. Berbagai rekomendasi tersebut diharapkan dapat menyempurnakan dokumen TPP sehingga mampu menjadi acuan dalam pengembangan sistem surveilans air limbah yang efektif dan adaptif.
Melalui sesi co-design dan FGD, peserta juga mendalami aspek appropriateness dan acceptability dari sistem surveilans yang akan diterapkan. Diskusi mencakup penentuan lokasi surveilans yang representatif, kesiapan laboratorium di berbagai daerah, mekanisme koordinasi lintas sektor, kebutuhan sumber daya manusia, model pembiayaan, hingga integrasi dengan sistem surveilans kesehatan yang telah berjalan di Indonesia.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan pertukaran pengalaman antarpeneliti serta pemangku kepentingan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pengembangan inovasi surveilans berbasis riset, penguatan laboratorium, dan sistem informasi kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Kementerian Kesehatan RI, WHO, BRIN, PAEI, laboratorium kesehatan, perguruan tinggi, dan berbagai mitra penelitian. (Kontributor: Shella Syafira Wijayanti, Dhimas Sholikhul Huda).




