FK-KMK UGM. Kelompok mahasiswi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Bronze Medal kategori Poster dalam kompetisi 2nd International Student Summit 2026. Mereka adalah Julia Mujahadah Pratiwi dan Hafizha Ulya Nafi’u, mahasiswi Kesehatan Masyarakat Minat Perilaku dan Promosi Kesehatan (PPK). Prestasi tersebut berhasil ditorehkan pada 14-15 Februari 2026 di Malaysia, diselenggarakan oleh Sentosa Foundation, bekerja sama dengan International Student Association (INSAN), University Sains Islam Malaysia, World Association of Young Scientists (WAYS).
Julia dan Hafizha memaparkan poster berjudul “TASTE & TRACE: Enhancing Consumer Nutrition Awareness Through Menu Information Transparency”, yang membahas inovasi promosi kesehatan berbasis teknologi. Mewakili tim, Julia mengatakan, landasan inovasi tersebut dikarenakan pola konsumsi fast food dan kebiasaan makan di luar pada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, tak banyak restoran atau tempat makan yang memberikan informasi gizi pada menu yang tersedia, sehingga konsumen tidak sadar terhadap asupan nutrisi yang dikonsumsi.
“Meningkatnya penyakit tidak menular akibat perilaku makan yang tidak sehat juga menjadi alasan tambahan untuk inovasi yang kami angkat pada lomba kemarin,” kata Julia.
Dalam mempersiapkan kompetisi, Julia dan Hafizha membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mencari ide berdasarkan kondisi kesehatan terkini yang dikaitan dengan teknologi, menyusun konsep, membuat esai, hingga mendesain poster. Mereka juga melakukan beberapa kali revisi, baik secara konsep, desain, dan bahasa dengan melakukan bimbingan kepada Dr. Fitrina Mahardani Kusumaningrum, SKM., MPH. selaku dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial dan mendapatkan dukungan dari Minat PPK.
“Kami juga melakukan beberapa kali latihan untuk presentasi poster sampai di hari-H pelaksanaan, supaya bahasa yang disampaikan jelas dan menarik bagi juri,” ujarnya.
Selama presentasi, Julia dan Hafizha menjelaskan latar belakang hingga konsep inovasi terkait sistem dari TASTE & TRACE menggunakan QR code pada menu makanan yang berisi informasi gizi secara langsung. Mekanisme penggunaan sistem yang dipaparkan berkaitan dengan langkah-langkah penggunaan web TASTE & TRACE, dimulai dari scan QR, tampilan halaman menu, pemilihan menu, detail nutrisi yang ada di makanan dan proses pemesanan, serta profil dari restoran/UMKM/rumah makan.
Sementara itu, stakeholder yang terlibat berkaitan dengan relasi kerja sama yang akan mendukung inovasi, seperti, ahli gizi, tim IT, dan pemerintah. Potensi dampak dijelaskan melalui analisis SWOT yang terdiri atas kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan inovasi.
Dalam kompetisi tersebut, Julia dan Hafizha bersaing dengan 507 peserta dari enam negara, yang terdiri atas Indonesia, Malaysia, Turkmenistan, Somalia, Kenya, dan Filipina. 507 peserta kemudian dibagi menjadi delapan kelompok tema, yaitu agriculture, education, environment, food, health, law & economics, technology, tourism & culture. Hingga akhirnya, Julia dan Hafizha berhasil meraih Bronze Medal kategori Poster.
Mahasiswi semester tiga itu berharap, inovasi yang mereka sampaikan dapat diterapkan lebih luas pada masyarakat, dengan terlebih dahulu melakukan uji coba pada UMKM tertentu sebagai pilot test. Dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, baik UMKM, Pemerintah, Dinas Kesehatan, ahli gizi, maupun tim IT.
“Selain itu, kami jadikan inovasi ini sebagai bagian upaya promosi kesehatan, khususnya dalam peningkatan literasi gizi dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat,” kata Julia.
Prestasi yang diraih oleh mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu bagian kontribusi FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Prestasi tersebut mendorong tercapainya SDG 2: Tanpa Kelaparan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera; SDG 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Hal itu diwujudkan melalui inovasi yang dihasilkan, yang dapat memberikan akses literasi dasar mengenai informasi gizi makanan kepada masyarakat serta melibatkan kemitraan dengan UMKM dan stakeholder lainnya untuk implementasinya. (Penulis: Citra/Humas).




