Mahasiswa Magister Keperawatan FK-KMK UGM Gelar Art Therapy untuk Perkuat Kesehatan Mental Masyarakat Bantul

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa terapi aktivitas kelompok (TAK) berbasis art therapy  di Dusun Jogonalan Kidul, Bantul. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) ini bertujuan meningkatkan kesehatan mental masyarakat melalui pendekatan kreatif berbasis seni, sekaligus memperkuat interaksi sosial, kemampuan mengekspresikan emosi, dan kesejahteraan psikologis masyarakat. Program tersebut diikuti oleh 11 peserta dengan pendampingan langsung dari lima mahasiswa Magister Keperawatan, yakni Andi Mutiara Muthahharah, Fattiya Nurul Izzah, Hendrikus Novianus Jimmye, Juminawati, dan Mazhar Ali Khan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga diperkenalkan pada konsep terapi seni sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan relaksasi, serta memperkuat kemampuan individu dalam mengenali dan mengekspresikan emosinya. Edukasi ini menjadi bekal awal sebelum peserta mengikuti sesi praktik melukis yang dirancang sebagai media ekspresi diri.

Pada sesi utama, peserta diajak melukis menggunakan media canvas totebag dengan pendekatan ekspresi bebas. Selama proses berlangsung, tidak ada penilaian terhadap hasil karya sehingga setiap peserta dapat mengekspresikan ide, perasaan, maupun pengalaman pribadinya secara lebih nyaman melalui warna, bentuk, dan kreativitas masing-masing. Pendekatan tersebut memberikan ruang yang aman bagi peserta untuk menyampaikan emosi yang terkadang sulit diungkapkan melalui komunikasi verbal.

Mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Jiwa FK-KMK UGM mendampingi peserta selama proses melukis berlangsung. Pendampingan dilakukan tidak hanya untuk memberikan arahan teknis, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat sehingga tercipta suasana yang mendukung proses relaksasi dan interaksi sosial. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman selama mengikuti terapi seni.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi intervensi seni berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Departemen Keperawatan Jiwa FK-KMK UGM. Pendekatan art therapy dipandang memiliki potensi besar sebagai salah satu strategi promotif dan rehabilitatif dalam mendukung kesehatan mental masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan maupun masyarakat di wilayah pedesaan. Melalui metode yang sederhana dan mudah diterapkan, terapi seni diharapkan mampu menjadi alternatif kegiatan positif untuk membantu masyarakat mengelola tekanan psikologis sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Selain melibatkan masyarakat, kegiatan ini juga menghadirkan tim dari Puskesmas Kasihan II, termasuk Kepala Puskesmas Kasihan II. Kehadiran puskesmas menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program kesehatan jiwa berbasis komunitas sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya promotif dan rehabilitatif untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat berbasis komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Puskesmas Kasihan II, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan program kesehatan jiwa yang berkelanjutan. (Kontributor: Azam David Saifullah, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D.).