Mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM Belajar Pencegahan Infeksi di RSA UGM

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis menyelenggarakan kunjungan lapangan bagi mahasiswa ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM) untuk memperkuat pemahaman mengenai penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi atau Infection Prevention and Control (IPC) di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan yang merupakan bagian dari pembelajaran Infection Control Student Course dan Implementation Research – Tropical Diseases Research tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026, dengan pendampingan dr. Marselinus Edwin Widyanto Danwijaya, Ph.D., Sp.MK.

Kunjungan lapangan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep yang diperoleh selama pembelajaran akademik dengan penerapannya secara langsung di lingkungan rumah sakit. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mengamati berbagai aspek pencegahan dan pengendalian infeksi serta memahami bagaimana prinsip keselamatan diterapkan dalam sistem pelayanan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami bahwa pengendalian infeksi tidak berhenti pada penguasaan konsep atau prosedur secara teoritis. Penerapan IPC membutuhkan kemampuan untuk mengenali risiko, memahami alur pelayanan, serta melihat keterkaitan antara kebijakan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan perilaku individu dalam mencegah terjadinya penularan.

Kegiatan lapangan ini juga relevan dengan karakter pendidikan Magister Ilmu Kedokteran Tropis FK-KMK UGM yang mengintegrasikan berbagai perspektif, mulai dari ilmu biomedis, epidemiologi, kesehatan masyarakat, hingga penerapan ilmu dalam konteks pelayanan kesehatan. Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan analitis dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan dan memahami pendekatan yang dapat digunakan untuk mengendalikan risiko penularan penyakit.

Pengalaman langsung di lingkungan pelayanan kesehatan diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melihat persoalan infeksi secara lebih komprehensif. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami bagaimana penyakit menular terjadi, tetapi juga mampu mempertimbangkan berbagai strategi pencegahan, pengendalian risiko, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi.

Pencegahan dan pengendalian infeksi juga memiliki relevansi dengan agenda kesehatan global. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mencegah penularan penyakit menjadi salah satu komponen penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Kompetensi IPC diperlukan tidak hanya untuk menangani penyakit yang telah terjadi, tetapi juga untuk mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan dan mengurangi risiko penularan di lingkungan fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan teori dengan praktik pelayanan kesehatan. (Kontributor: Fikri Wahiddinsyah).