FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedik angkatan 2025 dengan minat kedokteran molekuler, biokimia, fisiologi, histologi dan biologi sel, serta farmakologi melakukan kunjungan ke Stem Cell and Cancer Research Indonesia (SCCR Indonesia). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 ini didampingi oleh dr. Agus Surono, Ph.D., M.Sc., Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.B.E(K), Dr. drh. Pamungkas Bagus Satriyo, Ph.D., serta tiga tenaga kependidikan dari Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM.
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Founder & Commissioner SCCR Indonesia, Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si. Med., di Auditorium SCCR. Dalam sambutannya, Prof. Agung menyampaikan apresiasi atas kunjungan mahasiswa UGM dan menegaskan komitmen SCCR Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan peneliti muda Indonesia melalui kolaborasi penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan dengan peran SCCR Indonesia sebagai lembaga riset biomedik swasta pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan terapi sel punca (stem cell therapy) dan penelitian kanker. SCCR didirikan dengan tujuan menjembatani hasil penelitian dasar di laboratorium menuju pengembangan terapi yang dapat diterapkan bagi pasien.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai sinergi SCCR Indonesia dengan Agung Putra University yang mengusung konsep research-based university. Kolaborasi antara lembaga riset dan institusi pendidikan tersebut menghadirkan ekosistem yang mendukung pengembangan ilmu kesehatan, biomedik, dan teknologi medis melalui pengalaman penelitian yang terintegrasi dengan praktik laboratorium berstandar industri.
Kegiatan dilanjutkan dengan tur laboratorium yang memungkinkan mahasiswa mengamati secara langsung berbagai fasilitas penelitian. Peserta mengunjungi laboratorium kultur sel dan stem cell, laboratorium biomolekuler dan PCR, laboratorium imunologi, laboratorium flow cytometry, serta laboratorium penelitian kanker. Di setiap laboratorium, mahasiswa berdiskusi langsung dengan para peneliti mengenai metode penelitian, standar operasional laboratorium, peluang publikasi ilmiah, hingga pengembangan terapi berbasis bioteknologi.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian biomedik yang berorientasi pada pengembangan terapi dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi riset. (Kontributor: Intan Salsabila).




