FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Program Pendampingan dan Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi (PEDULI RISTI) berbasis Continuity of Care (CoC) sebagai implementasi pembelajaran Asuhan Kebidanan Komunitas. Kegiatan berlangsung pada Selasa (26/5/2026) di wilayah kerja Puskesmas Kalasan, Kabupaten Sleman, dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta unsur masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan maternal di tingkat komunitas.
Program ini merupakan implementasi Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas yang diinisiasi oleh mahasiswa Magister Kebidanan, Amalia Salfadila dan Arfina. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan sekaligus memperkuat pendampingan ibu hamil secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas, Dr. Diah Wulandari, M.Keb, bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Kalasan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, dan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Dr. Diah Wulandari menegaskan bahwa pembelajaran kebidanan komunitas tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu mengidentifikasi persoalan kesehatan di masyarakat dan menghadirkan solusi yang aplikatif serta berkelanjutan.
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesehatan maternal dan neonatal. Kader kesehatan memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendeteksi faktor risiko dan memberikan edukasi kepada keluarga,” ujarnya.
Program PEDULI RISTI mengadopsi pendekatan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap ibu memperoleh pendampingan yang komprehensif sehingga potensi komplikasi dapat dikenali dan ditangani sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, para kader kesehatan memperoleh pembekalan mengenai teknik skrining sederhana untuk mengenali kehamilan risiko tinggi, identifikasi tanda bahaya kehamilan, pemberian edukasi kesehatan kepada ibu dan keluarga, serta mekanisme rujukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Penguatan kapasitas kader ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat sekaligus memperluas akses informasi kesehatan bagi ibu hamil.
Berbagai topik yang dibahas meliputi identifikasi faktor risiko kehamilan, tanda bahaya selama kehamilan, persiapan persalinan yang aman, peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu hamil, hingga penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal. Melalui metode pembelajaran partisipatif tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berlatih menerapkan keterampilan yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Menurut Amalia Salfadila dan Arfina sebagai pelaksana kegiatan, kader kesehatan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kehamilan risiko tinggi di masyarakat. Dengan kemampuan yang semakin baik dalam melakukan pendampingan, kader diharapkan mampu membantu ibu hamil memperoleh layanan kesehatan yang tepat waktu sehingga risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan dapat ditekan.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa Magister Kebidanan FK-KMK UGM untuk mengimplementasikan ilmu kebidanan komunitas secara nyata. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus membangun jejaring kemitraan dengan fasilitas pelayanan kesehatan, kader, dan masyarakat.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan deteksi dini kehamilan risiko tinggi dan peningkatan kualitas pendampingan ibu hamil untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin melalui implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. SDG 5 Kesetaraan Gender didukung melalui upaya peningkatan kesehatan perempuan, khususnya ibu hamil. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Puskesmas Kalasan, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, dan Masyarakat. (Kontributor: Titin).




