Guest Lecture FK-KMK UGM Tekankan Tindak Lanjut Audit Kematian Ibu dan Perinatal

FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi bersama Keluarga Alumni Obgin Gadjah Mada (KALOGAMA) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Audit Maternal–Perinatal Death: From Death Review to Quality Improvement and Response”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada 23 Oktober 2026 di Gedung Tahir FK-KMK UGM, dengan menghadirkan pakar internasional untuk membahas penguatan audit kematian maternal dan perinatal sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Kuliah pakar tersebut menghadirkan Prof. Katharina W. M. Bloemenkamp, MD, PhD, profesor di Department of Obstetrics, Division Women and Baby, UMC Utrecht, sekaligus Ketua NETHOSS, sebagai narasumber. Dalam sesi bertajuk “Maternal Mortality Globally: Lessons Learned”, ia mengajak peserta melihat persoalan kematian ibu dari perspektif global. Berbagai pengalaman dan pembelajaran dari upaya penanganan kematian maternal menjadi bahan diskusi untuk memahami langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Audit kematian maternal dan perinatal merupakan salah satu instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kematian. Peninjauan tidak hanya mencakup kondisi klinis pasien, tetapi juga aspek pelayanan, kesiapan fasilitas kesehatan, proses rujukan, serta faktor lain dalam sistem kesehatan. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kendala yang perlu diperbaiki.

Meski demikian, audit tidak seharusnya berhenti pada pembahasan kronologi atau penilaian terhadap suatu kasus. Nilai penting dari proses ini justru terletak pada bagaimana temuan diterjemahkan menjadi rekomendasi yang jelas, terukur, dan dapat ditindaklanjuti. Setiap rekomendasi perlu diarahkan pada perbaikan yang relevan dengan persoalan di lapangan, baik dalam praktik klinis maupun tata kelola pelayanan.

Perubahan dari sekadar peninjauan kasus menuju perbaikan mutu juga membutuhkan komitmen bersama. Hasil audit perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antartenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, dan pihak-pihak terkait. Pendekatan tersebut memungkinkan evaluasi menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan, bukan hanya kegiatan administratif. Penguatan sistem respons setelah audit menjadi langkah penting agar rekomendasi tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelayanan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan mutu pelayanan serta pencegahan kematian ibu dan perinatal. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antarinstitusi dan pertukaran pengetahuan internasional. (Kontributor: Munjayati).