FK-KMK UGM. Sebanyak 15 mahasiswa program sarjana Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersiap membawa gagasan mereka ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro, Semarang, pada 2-7 November 2026. Sebelum berangkat, fakultas melepas mereka secara khusus pada Kamis (29/10), sehari sebelum seluruh kontingen UGM dilepas di tingkat universitas.
Pertemuan di Ruang Eksekutif, Gedung Kantor Pusat Tata Usaha FK-KMK UGM itu mempertemukan para mahasiswa dengan jajaran Dekanat Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Selain membekali mereka, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih hingga tahap ini.
“Berada di titik ini telah menjadikan kalian sang juara yang mampu merepresentasikan daya juang mahasiswa FK-KMK UGM,” ungkapnya.
Keesokan harinya, Jumat (30/10), kelima belas mahasiswa tersebut bergabung dengan kontingen universitas di Auditorium FK-KMK UGM. Tahun ini, UGM mengirimkan 43 tim dari sembilan bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), jumlah terbanyak secara nasional.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., memandang jumlah tersebut linier dengan capaian pada tahap pendanaan proposal, ketika UGM juga menjadi yang terbanyak dengan 56 tim. Ia berharap hasil akhir di PIMNAS nantinya dapat mengikuti tren yang sama.
Capaian tersebut ditopang penguatan pendampingan di tingkat universitas dan fakultas, disertai insentif prestasi dan bantuan pendanaan. Dengan bekal itu, UGM menargetkan kembali meraih gelar juara umum beserta Piala Adikarta Kertawidya.
Meski begitu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengingatkan bahwa cara meraih prestasi sama pentingnya dengan hasil akhir. “Saya berpesan, tetap tenang saat menghadapi pertanyaan sulit dan jawablah dengan argumentasi yang kuat saat gagasan kalian diuji. Bawalah nama baik universitas dan tunjukkan kualitas mahasiswa yang unggul serta berkarakter,” ujarnya.
Prof. Ova juga mengajak mahasiswa memaknai PIMNAS sebagai pengalaman berharga untuk terus tumbuh, sebab prestasi harus diraih melalui proses yang berintegritas dan bermartabat, bukan melalui kecurangan.
Amanat itu bersambut dengan tekad yang disuarakan Edi Mustofa Yulianto selaku perwakilan kontingen, yang memandang perjalanan dari Bulaksumur menuju panggung prestasi nasional sebagai langkah bersama.
“Kami berangkat membawa harapan, kami berjuang membawa kepercayaan, dan semoga kami pulang membawa kebanggaan. Sebanyak 43 tim, satu kontingen, satu tekad: UGM Bangkit, UGM Bisa, UGM Juara!” serunya.
Rangkaian kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pengalaman belajar ilmiah mahasiswa dan SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset dan inovasi. Kolaborasi mahasiswa, dosen, fakultas, dan universitas dalam menyiapkan kontingen turut mencerminkan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Reporter: Balanca Qolta).



