FK-KMK UGM Tingkatkan Keterampilan Klinis Dokter melalui Workshop Lesi Prakanker Serviks dan Kolposkopi

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut mendukung penyelenggaraan Workshop “Deteksi Dini Lesi Prakanker Serviks dan Kolposkopi Sebagai Bagian dari Program SPRIN POGI: Pendekatan Klinis Terintegrasi” yang berlangsung pada 10–11 Mei 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan tata laksana lesi prakanker serviks sebagai upaya mendukung target eliminasi kanker serviks di Indonesia.

Workshop ini menghadirkan narasumber antara lain Prof. dr. Endy Moegni, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Prof. Dr. dr. Junita Indarti, dan Dr. dr. Moh Nailul Fahmi. Kegiatan diikuti oleh dokter spesialis dan subspesialis obstetri dan ginekologi dari berbagai institusi pendidikan maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki komitmen dalam penguatan program pencegahan kanker serviks.

Pada hari pertama, peserta mengikuti registrasi dan pre-test sebelum memasuki sesi ilmiah yang membahas perkembangan terkini pencegahan dan pengendalian kanker serviks. Materi yang disampaikan mencakup situasi kanker serviks di Indonesia, strategi nasional eliminasi kanker serviks, perkembangan metode skrining berbasis DNA Human Papillomavirus (HPV), serta pemahaman mengenai perjalanan infeksi HPV hingga berkembang menjadi lesi prakanker dan kanker serviks.

Narasumber mengulas pentingnya HPV genotyping dalam menentukan risiko penyakit, aspek etik dan medikolegal dalam program skrining, serta peran dokter spesialis sebagai edukator dan fasilitator dalam implementasi program deteksi dini di berbagai daerah. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pendekatan klinis terintegrasi dalam menangani pasien dengan hasil skrining positif.

Selain memperkuat pemahaman teoritis, workshop ini memberikan penekanan pada keterampilan klinis yang aplikatif. Para peserta mempelajari interpretasi hasil kolposkopi normal maupun abnormal, pengambilan keputusan klinis pada pasien dengan infeksi HPV, serta berbagai pilihan tata laksana lesi prakanker serviks melalui teknik ablasi maupun eksisi sesuai indikasi medis.

Dalam sesi hands-on workshop, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan alat kolposkopi dan Gynocam, teknik Loop Electrosurgical Excision Procedure (LEEP/LEETZ), krioterapi, cold coagulation, hingga simulasi tindakan klinis lainnya. Seluruh praktik dilakukan dengan pendampingan intensif dari instruktur berpengalaman sehingga peserta dapat memahami prosedur secara komprehensif dan sesuai standar keselamatan pasien.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kanker serviks sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan perempuan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis terkini. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara organisasi profesi, institusi pendidikan, rumah sakit, dan tenaga kesehatan dalam memperkuat upaya eliminasi kanker serviks di Indonesia. (Kontributor: Munjayati).