FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui program pembelajaran lapangan mengirimkan sebanyak 12 mahasiswa calon tenaga kesehatan untuk mengikuti kegiatan magang di Public Safety Center Yogyakarta Emergency Service (PSC 119 YES) Kota Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 9 Februari hingga 17 April 2026 ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pelayanan kegawatdaruratan masyarakat di lapangan.
Kegiatan magang diawali dengan diskusi bersama Kepala UPT PSC 119 YES, dr. Dadan Andriyanto, yang menjelaskan sejarah berdirinya PSC 119 YES, sistem kerja, hingga alur pelayanan kegawatdaruratan di Kota Yogyakarta. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan medis yang tersedia di ambulans gawat darurat beserta fungsi dan tata cara penggunaannya. Pengenalan ini menjadi langkah awal penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung dalam sistem pelayanan lapangan.
Berdasarkan data sepanjang tahun 2023, tercatat sekitar 2.700 kejadian gawat darurat terjadi di Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan layanan kegawatdaruratan yang cepat, tanggap, dan tepat dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara langsung sistem pelayanan emergensi terpadu yang diterapkan PSC 119 YES dalam menangani berbagai kasus kedaruratan.
Selama menjalani magang, mahasiswa mengikuti pembagian shift operasional PSC 119 YES yang terdiri dari shift pagi, siang, dan malam. Dalam kegiatan sehari-hari, mahasiswa terlibat langsung dalam Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bersama tim PSC. Mereka memperoleh pengalaman mulai dari menerima laporan kegawatdaruratan, melakukan penanganan kasus trauma kecelakaan lalu lintas, trauma non-kecelakaan, kasus medis non-trauma, hingga penanganan pasien dengan gangguan kejiwaan serta proses evakuasi menuju fasilitas kesehatan. Mahasiswa juga mengikuti kegiatan penjagaan pos kesehatan serta sosialisasi bantuan hidup dasar kepada masyarakat umum.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pembelajaran penting terkait pengambilan keputusan cepat dan tepat, koordinasi tim, komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga dalam situasi krisis, pengendalian emosi, manajemen waktu, serta kemampuan beradaptasi dalam kondisi penuh tekanan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan tenaga kesehatan yang sigap, tanggap, dan profesional dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik lapangan yang memperkuat kompetensi mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Alif Fitri Holifah, Dea Christine Rengkung, Khansa Ghinanafsi Budiman, Laras Dwi Nugraheni, Ratri Azzahra Utami, Zahra Muliawati, Arifin Triyanto, S.K).




