FK-KMK UGM. Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi (BEKP) bersama Departemen Health Behavior, Environment, and Social Medicine (HBES) serta Departemen Health Policy and Management (HPM) menyelenggarakan pelatihan “Data Beraksi: Pengelolaan Data Kesehatan Terintegrasi Berbasis Etika untuk Aksi, Advokasi, dan Inovasi Kebijakan” untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan daerah dalam mengelola data kesehatan secara terintegrasi dan berbasis kebutuhan.
Kegiatan berlangsung di Auditorium FK-KMK UGM pada Selasa, 1 September 2026, dengan diikuti peserta dari berbagai Dinas Kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh dr. Vicka Oktaria, MPH, PhD, FSRPH.
Hari pertama pelatihan diarahkan pada penguatan keterampilan peserta dalam mengumpulkan data lapangan menggunakan perangkat digital. Materi disusun mulai dari pemahaman kebutuhan data hingga praktik penggunaannya, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mencoba secara langsung.
Pembelajaran diawali dengan pemaparan studi kasus PE/ORI dan pembahasan mengenai kebutuhan pengumpulan data di lapangan. Materi tersebut menjadi dasar untuk memahami jenis informasi yang perlu dikumpulkan serta bagaimana proses pengumpulan data dapat disiapkan sesuai kebutuhan kegiatan kesehatan di lapangan.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan KoBoToolbox beserta struktur proyek di dalamnya. Pengenalan ini kemudian dilanjutkan dengan praktik membangun dan menyempurnakan formulir menggunakan KoBoToolbox. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba menyusun formulir sesuai kebutuhan pengumpulan data, sekaligus memahami bagian-bagian yang perlu diperhatikan agar data yang diperoleh dapat digunakan dengan baik.
Tahapan pelatihan kemudian dilanjutkan dengan deployment dan simulasi pengumpulan data antarkelompok. Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengumpulan data berlangsung setelah formulir disiapkan. Pola pembelajaran yang memadukan pemaparan materi dengan praktik membuat peserta dapat menguji pemahamannya selama kegiatan berlangsung.
Sepanjang pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber dan fasilitator yang berasal dari unsur dosen, alumni, serta mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat FK-KMK UGM. Pendampingan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan memperoleh bantuan ketika menghadapi kendala selama praktik.
Dalam sambutannya, dr. Vicka Oktaria, MPH, PhD, FSRPH selaku ketua kegiatan menyampaikan keterbukaan tim penyelenggara terhadap masukan dari peserta untuk keberlanjutan program pelatihan. “Kami sangat terbuka apabila Bapak dan Ibu memiliki masukan untuk tema pelatihan mendatang, yang tentunya akan mendukung pekerjaan Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Respons peserta terhadap pelatihan hari pertama juga menunjukkan bahwa materi yang diberikan dinilai dekat dengan kebutuhan pekerjaan. Berdasarkan evaluasi, peserta menilai materi yang disampaikan bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam pekerjaan sehari-hari. Penggunaan KoBoToolbox menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian karena peserta melihat adanya kemudahan dalam proses coding dan analisis data dibandingkan penggunaan Google Form.
Bagi peserta, kemampuan tersebut dapat membantu mempercepat alur kerja pengelolaan data. Pemanfaatan perangkat digital dalam pengumpulan data tidak hanya membantu proses pencatatan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membuat pengelolaan data lebih terstruktur sejak tahap awal.
Pelatihan “Data Beraksi” memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas pengelolaan data membutuhkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Kemampuan memahami kebutuhan data, menyusun instrumen pengumpulan, menggunakan aplikasi digital, hingga melakukan simulasi pengumpulan data menjadi rangkaian yang saling berkaitan. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu peserta dalam mengembangkan pengelolaan data kesehatan yang lebih terintegrasi di lingkungan kerja masing-masing.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam pengelolaan data untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pembelajaran yang aplikatif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan mendukung kolaborasi FK-KMK UGM dengan tenaga kesehatan daerah dalam memperkuat kapasitas pengelolaan data kesehatan. (Kontributor: Nanda Melania).




