FK-KMK UGM Selenggarakan HELP Course Bahas Etika dan Profesionalisme dalam Pendidikan Kedokteran

FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (HELP) Batch 7 Series 6 sebagai upaya memperkuat kompetensi bioetika bagi tenaga kesehatan dan pendidik. Kegiatan yang berlangsung pada 17–24 Juni 2026 ini menjadi seri penutup rangkaian HELP Batch 7 dengan mengangkat tema “HELP (Humanity, Ethics, Law, and Professionalism) Aspects in Medical Education”, yang berfokus pada pengembangan pendidikan kedokteran yang berlandaskan nilai kemanusiaan, etika, hukum, dan profesionalisme.

Hari pertama diisi dengan materi mengenai teknik penilaian berbasis pengetahuan dalam bioetika melalui sesi Advanced Knowledge-Based Assessment Techniques in Bioethics yang disampaikan oleh Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyusunan materi ajar dan sistem evaluasi bioetika yang inovatif melalui sesi Designing Cutting-Edge Teaching Materials and Assessments in Bioethics bersama dr. Nur Azid Mahardinata, M.Bio.Et.

Pada hari kedua, peserta mendalami pentingnya kesetaraan dan inklusi dalam pendidikan kedokteran melalui materi Equity and Inclusion in Medical Education yang disampaikan Prof. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, M.Med.Ed., Ph.D. Selanjutnya, Dr. C.B. Kusmaryanto, SCJ. membawakan sesi Socratic Dialogue and Devil’s Advocate: Enhancing Critical Thinking in Ethics, yang dilengkapi dengan praktik penerapan dialog Sokratik dan kerangka analisis etik bersama dr. Nur Azid Mahardinata.

Pembahasan pada hari ketiga berfokus pada tantangan kontemporer dalam pendidikan etik di perguruan tinggi. Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D. mengulas berbagai dinamika pendidikan moral di lingkungan akademik, sementara dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph.D. menyoroti tantangan etik yang muncul dalam proses pendidikan klinis. Kedua materi tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai etik dalam proses pembelajaran calon tenaga kesehatan.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari keempat dengan pembahasan mengenai etika kesehatan global melalui materi Global Health Ethics: Addressing Disparities in Medical Education yang disampaikan Prof. Dr. dr. Soenarto Sastrowijoto, Sp.THT(K). Peserta juga mempelajari pengembangan studi kasus bioetika bersama Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D., serta penyusunan multi-stage case studies yang dipandu dr. Endah Rahmawati, M.A., Ph.D., Sp.OG.

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bioetika menjadi fokus pada hari kelima. dr. Wika Hartanti, M.I.H. memperkenalkan pengalaman FK-KMK UGM dalam menerapkan Simulation-Based Learning in Bioethics Education serta penggunaan Virtual Reality in Clinical Ethics Skills Assessment (VR-CESA) sebagai media penilaian keterampilan etik klinis. Hari tersebut ditutup dengan pembahasan mengenai Community-Engaged Learning: Bridging Theory and Practice in Bioethics oleh Erlin Erlina, S.I.P., M.A., Ph.D., yang menekankan pentingnya menghubungkan teori bioetika dengan praktik nyata di masyarakat.

Pada hari terakhir, peserta mengikuti sesi Narrative Ethics: Advanced Techniques in Ethical Discourse dan Integrating Social Determinants of Health into Bioethics Curricula yang disampaikan oleh Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A. Rangkaian HELP Course kemudian ditutup dengan materi Situational Judgment Test as a New Approach in Behavior Assessment oleh dr. Nur Azid Mahardinata, M.Bio.Et., sebelum peserta mengikuti post-test dan penutupan kegiatan.

HELP Course Batch 7 Series 6 diikuti peserra dari Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Cenderawasih, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UKRIDA, serta Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana UGM. Sementara itu, peserta dari fasilitas pelayanan kesehatan berasal dari RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Kariadi, RSUD Dr. Soetomo, RSUD dr. Soedarso Pontianak, RSU Warmadewa, dan RSK St. Vincentius a Paulo Surabaya.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang beretika dan berorientasi pada pasien. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas pendidikan bioetika bagi tenaga kesehatan dan pendidik. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong pendidikan kesehatan yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman dalam pelayanan maupun pendidikan kedokteran. (Kontributor: Rafi).