FK-KMK UGM Raih Penghargaan Best E-Poster pada Kongres Internasional APAGE–IGES 2026

FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Departemen Obstetri dan Ginekologi meraih penghargaan Best E-Poster dalam The Asia-Pacific Association for Gynecologic Endoscopy and Minimally Invasive Therapy (APAGE) in conjunction with the Indonesian Gynecological Endoscopy Society (IGES) Annual Congress. Penghargaan  diraih dr. Endah Rahmawati, MA, PhD, Sp.O.G., trainee Program Studi Subspesialis Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM. Kongres tersebut diselenggarakan pada 3–8 September 2026 di Bali.

Penghargaan diberikan atas karya ilmiah berjudul “From Recurrent Endometrioma to Ongoing Pregnancy: IVF Success in Severe DOR with a Single Ovary following Fertility-preserving Sclerotherapy.” Karya tersebut mengangkat kasus klinis kompleks pada bidang kedokteran reproduksi, terutama terkait endometrioma berulang, severe diminished ovarian reserve (DOR), serta kondisi pasien dengan hanya memiliki satu ovarium.

Kasus yang diangkat dalam karya ilmiah tersebut menggambarkan tantangan dalam mempertahankan fungsi ovarium sekaligus mengupayakan peluang keberhasilan reproduksi berbantu. Kondisi endometrioma berulang dan severe DOR menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi tata laksana, terlebih pada pasien dengan satu ovarium. Dalam kasus ini, pendekatan fertility-preserving sclerotherapy dilakukan sebagai bagian dari upaya mempertahankan fungsi ovarium, kemudian dilanjutkan dengan in vitro fertilization (IVF) hingga menghasilkan luaran klinis berupa kehamilan.

Pengalaman klinis tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi karya ilmiah dan dipresentasikan dalam forum APAGE–IGES 2026. Penyajian kasus tidak hanya mendokumentasikan proses tata laksana pada kondisi reproduksi yang kompleks, tetapi juga membuka ruang untuk membahas pertimbangan klinis dalam penanganan pasien, strategi preservasi fertilitas, serta kemungkinan penerapan pendekatan serupa pada pasien dengan karakteristik klinis yang sesuai.

Kehadiran trainee FK-KMK UGM dalam kongres internasional tersebut juga menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi akademik dan profesional. Forum ilmiah internasional memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman klinis dan hasil kajian kepada komunitas ilmiah, sekaligus memperoleh perspektif baru melalui pertukaran pengetahuan dengan ahli dan praktisi dari berbagai negara.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan ilmu dan praktik kesehatan reproduksi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi akademik trainee subspesialis. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pertukaran pengetahuan dan jejaring ilmiah internasional. (Kontributor: Munjayati).