FK-KMK UGM Perkuat Pengelolaan Limbah B3 untuk Mendukung Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mengupayakan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan dari kegiatan akademik, penelitian, dan pelayanan. Pengelolaan limbah ini dilakukan secara terstruktur guna memastikan tidak berdampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan kampus.

Sebagai institusi pendidikan yang memiliki aktivitas laboratorium dan praktik kesehatan cukup tinggi, FK-KMK UGM menghasilkan limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus. Dalam kurun waktu dua minggu, jumlah limbah padat B3 yang dihasilkan tercatat mencapai sekitar 50 kilogram. Limbah tersebut berasal dari berbagai aktivitas laboratorium, praktikum, serta penggunaan bahan medis sekali pakai. Adapun limbah B3 cair tidak selalu dihasilkan pada setiap periode karena menyesuaikan jenis kegiatan yang sedang berlangsung.

Upaya pengelolaan limbah oleh FK-KMK dilakukan melalui proses pemilahan, penyimpanan sementara, hingga pengangkutan sesuai prosedur pengelolaan limbah B3. Langkah ini diterapkan untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dan paparan bahan berbahaya terhadap sivitas akademika maupun masyarakat sekitar kampus. Dalam pelaksanaannya, sejak bulan Oktober 2025, FK-KMK UGM telah bekerja sama dengan PT Wastec Internasional, perusahaan pengelola limbah yang memiliki sertifikasi dan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mengelola limbah B3, baik padat maupun cair.

Kerja sama tersebut merupakan upaya untuk memastikan limbah dikelola sesuai standar keselamatan dan regulasi lingkungan yang berlaku. Selain itu, FK-KMK UGM juga terus membangun kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Edukasi terkait pemilahan limbah, penggunaan alat pelindung diri, dan prosedur penanganan bahan berbahaya dalam setiap kegiatan sehari-hari menjadi bagian penting dalam mendukung budaya kerja yang aman dan ramah lingkungan.

Upaya ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pengelolaan limbah medis yang dilakukan FK-KMK UGM mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit serta paparan zat berbahaya, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pencegahan pencemaran lingkungan akibat limbah medis, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik pengelolaan limbah yang dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi dengan pihak pengelola limbah menjadi bagian dari penerapan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Melalui penguatan sistem pengelolaan limbah medis B3, FK-KMK UGM menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. ((Kontributor: Alfiansari Aisyah Putri).