FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan Grand Round Presentation pada Jumat, 10 April 2026, sebagai bagian dari forum ilmiah rutin yang bertujuan memperkuat kualitas pembelajaran klinis dan pengembangan ilmu kedokteran di bidang dermatologi dan venereologi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan akademik FK-KMK UGM ini menghadirkan Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Subsp.D.T sebagai moderator, serta Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D sebagai guest moderator.
Kegiatan Grand Round Presentation menjadi wadah penting bagi peserta didik dan tenaga medis untuk mendiskusikan kasus-kasus klinis secara komprehensif dan berbasis bukti ilmiah. Dalam forum tersebut, para peserta mempresentasikan berbagai kasus dengan pendekatan multidisiplin, mulai dari proses penegakan diagnosis, pemilihan terapi, hingga evaluasi tatalaksana pasien. Diskusi ilmiah berlangsung interaktif dengan menyoroti perkembangan terbaru dalam bidang dermatologi dan venereologi yang relevan dengan praktik klinis saat ini.
Kehadiran Prof. Maurice van Steensel sebagai guest moderator turut memberikan perspektif internasional dalam pembahasan kasus klinis. Berbagai pengalaman dan pendekatan yang diterapkan di tingkat global menjadi tambahan wawasan bagi peserta, khususnya dalam memahami perkembangan teknologi diagnostik, terapi modern, serta penguatan praktik kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine). Forum ini juga membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas antara institusi pendidikan kedokteran di Indonesia dengan jejaring internasional.
Grand Round Presentation juga dinilai penting dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis dan subspesialis. Dengan menghadirkan diskusi berbasis kasus nyata dan melibatkan pakar nasional maupun internasional, proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kulit dan kelamin bagi masyarakat secara lebih optimal.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan proses pendidikan klinis, peningkatan kapasitas akademik, serta pengembangan kolaborasi ilmiah di bidang kedokteran. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui keterlibatan pakar internasional dalam memperkuat jejaring akademik dan pertukaran ilmu pengetahuan lintas institusi. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).




