FK-KMK UGM Perkuat Literasi Informasi Mahasiswa melalui Pemanfaatan Perpustakaan

FK-KMK UGM. Perpustakaan mengenalkan berbagai sumber dan strategi penelusuran informasi akademik kepada mahasiswa untuk mendukung kebutuhan pembelajaran dan penelitian. Pengenalan literasi informasi ini dilaksanakan pada Selasa (08/09) di Ruang CBT B Perpustakaan FK-KMK UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami cara menemukan, memilih, dan mengelola referensi yang sesuai dengan kebutuhan akademiknya.

Pada awal masa studi, mahasiswa diperkenalkan dengan perpustakaan beserta berbagai layanan dan sumber informasi yang dapat digunakan selama menjalani perkuliahan. Pengenalan tersebut dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan maupun melalui kegiatan yang diselenggarakan secara khusus oleh perpustakaan. Mahasiswa mulai mengenal database ilmiah yang tersedia melalui institusi dan memahami bahwa sumber-sumber tersebut dapat membantu menemukan artikel yang lebih sesuai dengan kebutuhan akademik.

Penggunaan database juga membawa mahasiswa pada keterampilan berikutnya, yaitu menentukan kata kunci atau keyword. Istilah yang digunakan dalam percakapan sehari-hari belum tentu menjadi istilah yang paling efektif untuk menemukan artikel ilmiah. Satu topik dapat memiliki sejumlah istilah yang berbeda, sehingga pemilihan dan penggabungan kata kunci akan memengaruhi hasil penelusuran.

Bagi mahasiswa baru, cara tersebut bisa menjadi pengalaman yang berbeda dari kebiasaan mencari informasi di internet. Jika sebelumnya pencarian cukup dilakukan dengan mengetik pertanyaan atau beberapa kata di Google, dalam penelusuran literatur akademik mereka mulai mengenal kombinasi istilah, penggunaan kata kunci yang lebih spesifik, serta cara mempersempit atau memperluas hasil pencarian.

Setelah menemukan artikel yang dibutuhkan, tantangan berikutnya adalah mengelola referensi. Ketika baru mengerjakan satu atau dua tugas, menyimpan file artikel di laptop mungkin masih terasa sederhana. Persoalan mulai muncul ketika jumlah bacaan semakin banyak. Artikel yang pernah dibaca menjadi semakin sulit ditemukan kembali apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, mahasiswa juga dapat dikenalkan dengan software reference manager untuk membantu menyimpan dan mengatur berbagai sumber referensi. Keterampilan tersebut menjadi semakin penting ketika mahasiswa mulai menyusun tugas akademik, karya tulis, maupun penelitian yang membutuhkan banyak sumber. Referensi yang dikelola dengan baik akan lebih mudah ditemukan kembali ketika diperlukan.

Kebutuhan tersebut kemudian berkembang sesuai dengan jenjang pendidikan. Pada mahasiswa program doktor, misalnya, pembelajaran mengenai penelusuran informasi dapat diarahkan pada kebutuhan penelitian yang lebih kompleks. Selain memahami database, strategi pencarian, dan manajemen referensi, mahasiswa dapat diperkenalkan dengan scoping review sebagai salah satu pendekatan untuk memetakan literatur dalam suatu topik penelitian.

Kegiatan sosialisasi ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas mendukung penguatan literasi informasi dan kompetensi akademik mahasiswa melalui pemanfaatan sumber pembelajaran yang tepat. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur mendukung pemanfaatan infrastruktur informasi dan teknologi untuk menunjang pembelajaran serta penelitian. (Kontributor: Perpustakaan).