FK-KMK UGM Perkuat Implementasi PDCA melalui Webinar Mutu Corner Seri Kedua

FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Webinar Mutu Corner seri kedua bertajuk “PDCA sebagai Cara Kerja: Dari Identifikasi Masalah Menuju Perbaikan Berkelanjutan” sebagai upaya memperkuat kapasitas praktis tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan manajemen mutu berbasis siklus berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 April 2026 dengan menghadirkan Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D. dan dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp.THTBKL sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan pengantar yang menegaskan bahwa Mutu Corner dirancang sebagai ruang diskusi kolaboratif untuk membahas isu mutu secara aplikatif dan reflektif. Forum ini diharapkan mampu menjadi wadah pertukaran pengalaman lintas sektor, sehingga memperkaya perspektif implementasi manajemen mutu di berbagai setting pelayanan kesehatan.

Dalam pemaparannya, Prof. Adi Utarini menekankan bahwa pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) tidak hanya dipahami sebagai konsep manajemen, tetapi perlu diinternalisasi sebagai cara kerja sehari-hari dalam sistem pelayanan kesehatan. Ia menyoroti bahwa tantangan utama dalam implementasi PDCA sering kali terletak pada tahap awal, yaitu kemampuan mengidentifikasi masalah secara tepat dan berbasis data. Tanpa identifikasi yang akurat, upaya perbaikan berpotensi tidak efektif dan tidak berkelanjutan.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa siklus PDCA tidak berhenti pada tahap pengukuran indikator, melainkan harus diikuti dengan tindakan nyata yang berkesinambungan. Perbaikan mutu diposisikan sebagai proses dinamis yang terus berulang, dimulai dari skala kecil, diuji, dievaluasi, dan kemudian dikembangkan sesuai kebutuhan. Pendekatan ini juga menuntut pemahaman terhadap konteks lokal, termasuk ketersediaan sumber daya, budaya organisasi, serta kesiapan tim dalam menerima perubahan.

Pada sesi berikutnya, dr. Mahatma Sotya Bawono membagikan praktik implementasi PDCA di rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan dimulai dari penetapan tujuan berbasis kesenjangan antara kondisi aktual dan target yang diharapkan, dilanjutkan dengan pengujian intervensi, evaluasi hasil, serta penyesuaian strategi perbaikan. Pendekatan ini dapat diterapkan hingga tingkat unit terkecil, sehingga seluruh elemen organisasi berkontribusi aktif dalam peningkatan mutu layanan.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan indikator yang jelas, baik indikator proses maupun hasil, serta analisis masalah yang komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti sumber daya manusia, metode kerja, teknologi, hingga lingkungan kerja. Data menjadi elemen kunci dalam keseluruhan proses, tidak hanya sebagai alat ukur, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk memahami akar masalah secara lebih mendalam.

Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, penerapan PDCA sebagai pendekatan perbaikan mutu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berdampak langsung pada keselamatan pasien dan efektivitas sistem pelayanan kesehatan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas, webinar ini memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pembelajaran berkelanjutan berbasis praktik dan penguatan kompetensi profesional di bidang manajemen mutu. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, kegiatan ini mendorong kolaborasi lintas institusi dan sektor dalam membangun sistem kesehatan yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.(Kontributor: Helen Anggraini Budiono).