FK-KMK UGM Peringati World Melanoma Day dengan Kampanye Kesehatan Kulit di Radio Retjo Buntung

FK-KMK UGM. Residen Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam kegiatan edukasi masyarakat untuk memperingati World Melanoma Day melalui siaran langsung di Radio Retjo Buntung 99.4 FM. Kegiatan yang mengangkat tema “Proteksi Kulit Sehari-hari di Iklim Tropis” tersebut diselenggarakan pada Kamis, 7 Mei 2026, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit dan mencegah risiko penyakit kulit akibat paparan sinar matahari.

Dalam kegiatan tersebut, dua residen DVE FK-KMK UGM, yaitu dr. Rayhan Prayoga dan dr. Adelia Novizulvina, hadir sebagai narasumber. Melalui media radio yang menjangkau masyarakat luas, keduanya menyampaikan berbagai informasi penting terkait perlindungan kulit, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.

Pada sesi diskusi, para narasumber menjelaskan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan kulit. Selain menyebabkan kulit terbakar, paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga berpotensi menimbulkan penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, termasuk melanoma yang menjadi salah satu jenis kanker kulit paling agresif.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk melindungi kulit. Penggunaan tabir surya dengan perlindungan yang sesuai, mengenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari sinar matahari, menggunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi paparan sinar matahari pada jam-jam tertentu menjadi beberapa rekomendasi yang disampaikan selama siaran berlangsung.

Selain membahas aspek pencegahan, narasumber juga mengingatkan pentingnya mengenali perubahan pada kulit yang perlu diwaspadai. Edukasi mengenai tanda-tanda kelainan kulit dan pentingnya pemeriksaan dini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan kulit mereka.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit serta pencegahan kanker kulit. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyebarluasan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat luas. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan media massa dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).