FK-KMK UGM. Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan skrining massal kolesterol dan hipertensi bertajuk “SIAP MONITOR: Sistem Integrasi Antisipasi dan Monitoring Terpadu untuk Pengendalian Kolesterol dan Hipertensi” di Padukuhan Nyamplung Kidul, Desa Balecatur, Sleman, pada 19 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah terkait kewajiban Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi peserta BPJS Kesehatan yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan kolesterol tinggi, melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan berbasis komunitas.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 warga, terutama ibu-ibu PKK dan kader kesehatan desa. Belasan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter, Keperawatan, dan Gizi UGM terlibat langsung dalam proses pemeriksaan kesehatan, edukasi, hingga pendampingan masyarakat. Antusiasme warga terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan, terutama saat sesi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat yang dilakukan secara terpadu.
Dr. rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono selaku koordinator kegiatan, Sekretaris Pusat Kedokteran Herbal UGM, sekaligus dosen Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kontribusi langsung dosen dan mahasiswa dalam membantu menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.
Menurut Arko, meningkatnya angka penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit ginjal kronik, dan jantung koroner menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan nasional. Oleh karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung upaya promotif dan preventif menjadi sangat penting untuk memperkuat implementasi kebijakan kesehatan hingga tingkat masyarakat.
Selain melakukan skrining kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dan berbagai faktor risiko yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Materi edukasi mencakup konsumsi gula dan garam berlebih, penggunaan minyak jelantah, konsumsi santan dan jeroan, kebiasaan begadang, hingga pengaruh stres terhadap peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol. Edukasi tersebut dilakukan secara interaktif agar masyarakat lebih mudah memahami langkah pencegahan penyakit tidak menular.
Mahasiswa juga membantu meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat terkait hipertensi dan kolesterol, termasuk penggunaan obat-obatan, suplemen, dan herbal sebagai terapi pendukung. Berbagai pertanyaan warga mengenai manfaat seledri, mentimun, dan bawang putih sebagai penurun tekanan darah dijawab menggunakan pendekatan evidence-based medicine berdasarkan penelitian terbaru.
Sebagai bagian dari pemantauan berkelanjutan, setiap peserta memperoleh kartu kendali kesehatan yang memuat riwayat hasil pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah. Kartu tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memantau kondisi kesehatannya secara mandiri dan berkala. Selain itu, evaluasi kegiatan juga dilakukan melalui pretest dan posttest guna mengukur peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi edukasi yang diberikan.
Kegiatan SIAP MONITOR ini turut berkolaborasi dengan Puskesmas Gamping I yang berperan sebagai instruktur lapangan dan pemberi supervisi teknis selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat.
Secara keseluruhan, program ini menunjukkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, dan mitra layanan kesehatan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup sehat di tingkat komunitas.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui deteksi dini, edukasi kesehatan, dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol. Selain itu, SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat dan praktik kesehatan komunitas. Program ini juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, mahasiswa, dan Puskesmas Gamping I dalam memperkuat pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. (Kontributor: Arko Jatmiko Wicaksono, Maisah Hanani).




