FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melaksanakan Pelantikan Dietisien Periode III Tahun Akademik 2025/2026 bagi lulusan Program Studi Profesi Dietisien. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa, 7 Juli 2026, di Auditorium FK-KMK UGM tersebut diikuti oleh 69 dietisien.
Ketua Program Studi Profesi Dietisien FK-KMK UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menyampaikan bahwa sebanyak 69 dietisien yang dilantik terdiri atas 2 laki-laki dan 67 perempuan. Jumlah tersebut meliputi 34 lulusan Program Reguler dan 35 lulusan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Rata-rata lama studi Program Reguler mencapai 1 tahun 4 bulan 10 hari, sedangkan Program RPL diselesaikan dalam waktu rata-rata 9 bulan 23 hari. Seluruh lulusan mencatatkan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,73.
Dalam sambutannya, Dr. Mirza memberikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan profesi dengan penuh dedikasi dan ketekunan. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan setiap stase pendidikan merupakan pencapaian yang patut dibanggakan mengingat berbagai tantangan akademik maupun praktik lapangan yang harus dilalui, terutama bagi peserta Program RPL yang harus membagi waktu antara pendidikan dan tanggung jawab profesional.
“Selamat kepada para lulusan terbaik Program Reguler maupun Program RPL. Namun saya yakin bahwa seluruh wisudawan hari ini adalah lulusan terbaik karena telah berhasil menyelesaikan seluruh stase dengan baik, melalui berbagai dinamika dan tantangan yang tentunya tidak mudah, terutama dalam mengatur waktu dan menyelesaikan berbagai penugasan, khususnya bagi teman-teman Program RPL,” ujarnya.
Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, menegaskan bahwa profesi dietisien memiliki peran yang semakin strategis dalam sistem kesehatan. Dietisien tidak hanya bertugas menyusun menu atau menghitung kebutuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai pendamping pasien, edukator masyarakat, mitra keluarga dalam mengambil keputusan kesehatan, hingga berkontribusi dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah.
“Hari ini kita tidak sekadar meluluskan mahasiswa profesi. Hari ini kita melantik para penjaga masa depan gizi masyarakat. Saudara akan berada di garis depan sistem kesehatan, mendampingi pasien dengan empati, membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih sehat, memberdayakan masyarakat, berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, serta memastikan bahwa setiap rekomendasi yang Saudara berikan berpijak pada bukti ilmiah terbaik,” tutur Prof. Yodi.
Selain prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan, rangkaian acara juga diisi dengan penyematan Pin Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) secara simbolis kepada salah satu dietisien baru oleh Dr.rer.nat. dr. B.J. Istiti Kandarina. Selanjutnya, Wakil Dietisien Baru, Muftia Annora Rajwaa, S.Gz., Dietisien, menyampaikan sambutan mewakili seluruh lulusan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus komitmen untuk menjalankan profesi secara profesional dan beretika.
Acara juga diwarnai dengan prosesi penyerahan kembali lulusan secara simbolis kepada orang tua oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni dan Pengabdian Kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K), dan kemudian dilanjutkan dengan sesi motivasi dari alumni, Angger Putra Pratama, S.Gz., Dietisien. Kehadiran alumni diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para dietisien baru dalam meniti karier profesional sekaligus mengembangkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Program Studi Profesi Dietisien FK-KMK UGM terus menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan tenaga gizi profesional yang kompeten. Sejak pertama kali menyelenggarakan pendidikan profesi pada tahun 2007, program studi ini telah meluluskan sebanyak 464 dietisien, yang terdiri atas 38 laki-laki dan 426 perempuan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui lulusan dietisien yang berperan dalam meningkatkan status gizi di masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan profesi yang menghasilkan lulusan kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Pelantikan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring antara perguruan tinggi, alumni, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan profesi dietisien dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. (Humas/Sitam).



