FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Children’s Diabetes in Community (CDiC) menyelenggarakan kegiatan Edukasi Pra Puasa Ramadan bagi Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1 (DM1) sebagai upaya meningkatkan kesiapan kesehatan anak dalam menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran interaktif bagi orang tua dan anak penyandang DM1 untuk memahami risiko serta strategi pengelolaan kesehatan selama Ramadan. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung Tahir FK-KMK UGM, Yogyakarta, dengan diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari anak-anak penyandang DM1 beserta orang tua mereka.
Bagi anak dengan DM1, keinginan untuk berpuasa merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari pengalaman spiritual di bulan Ramadan. Namun, kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena adanya ketergantungan terhadap insulin dan risiko perubahan metabolik selama periode puasa. Risiko seperti hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis serta dehidrasi menjadi perhatian utama yang perlu dikelola secara tepat agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya persiapan sejak empat hingga enam minggu sebelum Ramadan. Persiapan tersebut meliputi pengendalian metabolik yang optimal, kemampuan mengenali tanda-tanda kondisi darurat seperti hipoglikemia, serta penyusunan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan medis anak. Edukasi ini bertujuan agar anak dengan DM1 tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Kegiatan edukasi ini menghadirkan dua narasumber ahli dari FK-KMK UGM, yaitu Prof. dr. Madarina Julia, MPH., PhD., SpA(K) dan dr. Suryono Yudha Patria, PhD., SpA(K), yang memberikan pemaparan berbasis bukti ilmiah terkait manajemen diabetes selama puasa. Materi yang disampaikan mencakup pengaturan dosis insulin, pemantauan kadar gula darah secara berkala, serta identifikasi tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai kondisi yang mereka hadapi sehari-hari, sehingga kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan aplikatif.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kualitas hidup anak dengan diabetes melalui edukasi kesehatan yang tepat dan berkelanjutan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dari pemberian edukasi kesehatan yang inklusif dan berbasis pengetahuan kepada anak dan keluarga. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui akses edukasi kesehatan yang merata bagi kelompok rentan seperti anak dengan penyakit kronis. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi antara institusi akademik, tenaga medis, dan komunitas dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh. (Kontributor: Muhammad N. Afif).




