FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) terus mendorong penguatan kualitas penelitian klinis melalui penerapan metodologi studi observasional sebagai salah satu pendekatan ilmiah yang berperan penting dalam menghasilkan bukti berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Melalui pengembangan kapasitas riset, pemanfaatan data klinis, serta penerapan metodologi penelitian yang tepat, studi observasional menjadi fondasi dalam memahami faktor risiko, etiologi, prognosis, hingga prevalensi berbagai penyakit tanpa melakukan intervensi langsung terhadap subjek penelitian.
Dalam penelitian klinis, studi observasional merupakan salah satu desain penelitian yang banyak digunakan karena mampu menggambarkan hubungan antara faktor paparan dengan kejadian penyakit secara sistematis. Berdasarkan karakteristiknya, studi observasional terdiri atas tiga desain utama, yakni studi potong lintang (cross-sectional), studi kasus-kontrol (case-control), dan studi kohort (cohort). Masing-masing desain memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
Studi potong lintang digunakan untuk mengukur paparan dan luaran pada waktu yang bersamaan sehingga banyak dimanfaatkan dalam penelitian prevalensi penyakit maupun survei kesehatan masyarakat. Sementara itu, studi kasus-kontrol dilakukan secara retrospektif dengan menelusuri faktor paparan yang pernah dialami oleh kelompok yang telah mengalami suatu penyakit dan membandingkannya dengan kelompok kontrol. Adapun studi kohort dilakukan dengan mengikuti kelompok subjek berdasarkan status paparannya dalam periode tertentu hingga diketahui muncul atau tidaknya suatu luaran kesehatan di masa mendatang.
Ketepatan dalam memilih desain penelitian menjadi aspek yang sangat penting karena akan menentukan kualitas bukti ilmiah yang dihasilkan. Pemilihan metode yang sesuai memungkinkan peneliti memperoleh hasil penelitian yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bukti tersebut kemudian menjadi dasar dalam pengembangan pedoman klinis, penyusunan kebijakan kesehatan, hingga pengambilan keputusan medis yang lebih akurat.
Kegiatan ini sejalan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan penelitian yang menghasilkan bukti ilmiah untuk mendukung pencegahan penyakit, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta penyusunan kebijakan kesehatan berbasis data. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pemanfaatan infrastruktur data kesehatan, seperti rekam medis elektronik dan registri penyakit, yang mendorong inovasi penelitian klinis secara lebih efisien dan berkelanjutan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui penerapan standar pelaporan penelitian internasional yang memperkuat kolaborasi riset multisenter, pertukaran data ilmiah, serta kerja sama antarinstitusi. (Kontributor: Grace Sandy Br Barus).




