FK-KMK UGM Berkolaborasi dengan RSA UGM dan PERKI Yogyakara terkait Peningkatan Kompetensi dalam Jogja Vascular Meeting

FK-KMK UGM. Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM berkolaborasi dengan Rumah Sakit Akademik UGM dan Perkumpulan Dokter Spesialis Kardiovaskular Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Jogja Cardiovascular Meeting pada Jumat (1/5). Kegiatan ini diselenggarakan di Lotus Ballroom Hotel Artotel Suites Bianti, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 84 peseràa yang terdiri dari dokter umum, perawat, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis kardiovaskular.

  1. M. Gahan Satwiko, Ph.D., Sp.(J) Selaku ketua pelaksana Jogja Cardiovascular Meeting dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pertama kali dilaksanakan sebagai bentuk kebutuhan kontribusi keilmuan di bidang kardiovaskular. dr. Gahan menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan kompetensi khususnya bagi dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis kardiologi atas kompleksnya temuan kasus kardiologi.

“Kegiatan ini terdiri dari workshop dan simposium yang diharapkan dapat mengupgrade para peserta untuk dapat meningkatkan kualitas kompetensinya. Hal ini dibutuhkan sebagai bentuk respons atas kompleksnya kasus kardiovaskular di Indonesia,” kata dr. Gahan.

Kemudian, Prof. dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., Sp-PD-KKV., Sp.(J) selaku ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular sekaligus ketua Perkumpulan Dokter Spesialis Kardiovaskular Cabang Yogyakarta menyampaikan bahwa di tengah perkembangan ilmu kedokteran kardiovaskular yang makin kompleks, dibutuhkan adanya peningkatan kompetensi terkait dengan pembuluh darah. Prof. Anggoro menekankan, PERKI Yogyakarta membentuk Pokja Vaskular sebagai salah satu strategi alternatif dalam mengejar pelayanan kesehatan dan pendidikan di bidang vaskular. Hal ini membutuhkan pembaruan keilmuan guna memberikan layanan terbaik kepada pasien.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan peningkatan kemampuan secara advanced di tengah benturan peran dokter dan AI, saya berharap para dokter semua dapat memperkaya pengalaman untuk meningkatkan rasa kepercayaan pasien dalam memberikan penanganan medis,” kata Prof. Anggoro.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Morning Symposium: Resistant Hypertension yang menghadirkan beberapa pembicara. Di antaranya, dr. Billy Aditya Pratama, M.M., Sp.JP dengan materi “Resistants Hypertension: What the New Guidelines Say”; dr. Yulia Wardhani, Sp.PD-KGH dengan materi “Optimizing Pharmacological Therapy in Resistant Hypertension”; dan Dr. dr. Muhammad Taufik Ismail, Sp.JP(K) dengan materi “Interventional Management of Resistant Hypertension: Current Insights and Future Directions”. Serta, dimoderatori oleh Prof. dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., Sp-PD-KKV., Sp.(J).

Sementara itu, pada sesi ke-2 kegiatan ini menyajikan Afternoon Symposium: Early Detection of Stroke yang menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya dr. Rakhian Listyawan, Sp.N., FINA dengan materi “Stroke Care Continuum: From Rapid Diagnosis to Intervention”; dr. M. Gahan Satwiko, Ph.D., Sp.(J) dengan materi “The Heart-Brain Axis: Cardiovascular Determinants of Stroke”; Dr. dr. Heru Sulastomo, Sp.JP(K) dengan materi “Choosing the Optimal Strategy for Carotid Disease: Stenting, Endarterectomy or Medical Therapy?”. Serta dimoderatori oleh Dr. dr. Hariadi Hariawan, Sp.PD-KKV., Sp.JP(K).

Berikutnya, kegiatan ini dilanjutkan pada sesi Hands-on Session: Advanced DUS Workshop. Sesi ini memberikan pelatihan klinis tentang “clinical aspect of carotid and renal duplex ultrasound” oleh Dr. dr. Muhammad Taufik Ismail, Sp.JP(K) dan “technical aspect of carotid and renal duplex ultrasound & demo hands-on” oleh Ns. Sofiawati, A.Md.Tkv.

Kegiatan ini mendukung komitmen pada integrasi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan komitmen pada penguatan kompetensi berbasis update pengetahuan terkait pelayanan kesehatan di bidang kedokteran vaskular. Serta, SDGs 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan dengan menekankan pentingnya kerjasama antara institusi pendidikan dan kompetensi untuk memperkuat pemerataan SDM di bidang klinis (Reporter/Tedy).