FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama tim peneliti memublikasikan artikel ilmiah dengan judul “Prognostic factors for survival and functional outcomes following digital replantation: a systematic review” dalam jurnal European Journal of Plastic Surgery volume 2026, yang dipublikasikan pada 19 Maret 2026. Artikel ini ditulis oleh dr. Aditya Wicaksana, dr. Annastasia Octaviany Putrayasa, dan dr. Aditya Rifqi Fauzi, yang mengkaji secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tindakan penyambungan kembali jari (digital replantation) melalui pendekatan systematic review terhadap lebih dari 7.000 kasus dari berbagai negara.
Penelitian ini berangkat dari tingginya angka cedera amputasi jari yang banyak terjadi akibat kecelakaan kerja, terutama yang melibatkan mesin industri dan alat berat. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup serta produktivitas individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor prognostik yang berperan dalam keberhasilan tindakan replantasi jari, baik dari segi kelangsungan hidup jaringan maupun luaran fungsional pascaoperasi.
Melalui telaah sistematis terhadap ribuan kasus, para peneliti menemukan bahwa tingkat keberhasilan prosedur replantasi jari tergolong tinggi, dengan rata-rata mencapai 85%. Namun demikian, keberhasilan tersebut sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting. Jenis cedera menjadi salah satu penentu utama, di mana luka dengan mekanisme tajam cenderung memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan cedera akibat hancuran atau tarikan. Selain itu, waktu antara kejadian amputasi hingga dilakukan tindakan operasi atau yang dikenal sebagai ischemia time juga berperan krusial dalam menentukan keberhasilan penyambungan jaringan.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hidupnya kembali jaringan, tetapi juga dari fungsi jari setelah operasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien masih mampu menggunakan jari yang telah direplantasi untuk aktivitas sehari-hari, meskipun fungsi tersebut belum sepenuhnya kembali seperti semula. Hal ini memberikan gambaran bahwa tindakan replantasi tidak hanya menyelamatkan struktur anatomis, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan kualitas hidup pasien.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam praktik klinis, khususnya bagi tenaga medis di bidang bedah plastik dan rekonstruksi. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan, dokter dapat melakukan pengambilan keputusan yang lebih tepat serta meningkatkan kualitas penanganan pasien dengan cedera amputasi jari.
Penelitian ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan dalam penanganan trauma, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena mendukung pemulihan produktivitas pasien pasca cedera kerja, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknik bedah mikro yang inovatif dan berbasis bukti. Selain itu, penelitian ini juga berkaitan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena melibatkan sintesis data global dan kolaborasi ilmiah lintas negara dalam menghasilkan rekomendasi berbasis bukti bagi praktik klinis. (Kontributor: dr. Aditya Wicaksana).




