FK-KMK UGM. Dosen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, dr. Kuky Cahya Hamurajib, Sp.O.G., berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Peningkatan Kapasitas Masyarakat Baduy Muslim–YASMUI dalam Produksi Inovatif Berbasis Teknologi Farmasi. Kegiatan yang berfokus pada edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan, serta penguatan kapasitas masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Program tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Fakultas Farmasi Universitas Indonesia dan Yayasan Baduy Muslim atau YASMUI.
Kegiatan berlangsung pada 19–20 Juli 2026 dan diketuai oleh Prof. Dr. apt. Berna Elya, M.Si. Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Program Sarjana, Magister, serta Doktor Fakultas Farmasi Universitas Indonesia bersama masyarakat Baduy Muslim sebagai mitra utama. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi ruang untuk mengembangkan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan potensi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Kuky Cahya Hamurajib menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Gizi Prakonsepsi dan Kehamilan melalui Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Mendukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang Berkualitas.” Materi tersebut menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa sebelum kehamilan hingga masa kehamilan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu perhatian dalam edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar serta mengoptimalkannya untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan calon anak. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase penting yang membutuhkan perhatian karena berkaitan dengan fondasi kesehatan dan kualitas kehidupan pada masa mendatang.
Sekitar 60 peserta dari masyarakat Baduy Muslim mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Selain penyampaian materi, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan laboratorium sederhana. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan sekaligus memberikan gambaran awal mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Tim juga melaksanakan kunjungan rumah kepada ibu pascapersalinan di rumah singgah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemeriksaan kondisi ibu nifas, evaluasi proses pemulihan, serta pendampingan terhadap perawatan pascapersalinan. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan tetap menghormati pengetahuan, kebiasaan, dan nilai budaya yang berkembang di masyarakat setempat, termasuk praktik perawatan yang selama ini didampingi oleh dukun beranak.
Kegiatan ini mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui edukasi pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung perbaikan gizi ibu dan anak. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan, serta deteksi dini kondisi kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas didukung melalui transfer pengetahuan kepada masyarakat dan pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi FK-KMK UGM, Universitas Indonesia, YASMUI, dan masyarakat Baduy Muslim dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Kontributor: dr. Kuky Cahya Hamurajib, SpOG).




