Departemen BEPH FK-KMK UGM Perkuat Literasi Data Kesehatan melalui Pelatihan Data Beraksi

FK-KMK UGM. Departemen Biostatistics, Epidemiology, and Population Health (BEPH) menyelenggarakan pelatihan “Data Beraksi” sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data kesehatan secara aman, etis, dan efisien. Memasuki hari kedua pada 2 September 2026, kegiatan yang diketuai oleh dr. Vicka Oktaria, MPH, PhD, tersebut membahas etika pengelolaan data kesehatan sekaligus membekali peserta dengan keterampilan menyusun dashboard untuk menyajikan data secara visual dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.

Pelatihan “Data Beraksi” dirancang sebagai rangkaian pembelajaran yang tidak hanya memperkenalkan peserta pada penggunaan perangkat pengumpulan data, tetapi juga mengajak mereka memahami proses pengelolaan data secara lebih menyeluruh. Kemampuan mengumpulkan data perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai keamanan, etika, serta cara mengolah informasi agar dapat digunakan secara tepat.

Pada hari pertama, peserta diperkenalkan dengan KoboToolbox sebagai salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu proses pengumpulan data. Aplikasi tersebut memiliki cara kerja yang relatif serupa dengan Google Form sehingga dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan survei maupun skrining secara lebih terorganisasi. Materi mengenai penggunaan KoboToolbox disampaikan oleh Rizka Dinari, S.Gz., MPH.

Dalam pemaparannya, Rizka menjelaskan bahwa pemanfaatan KoboToolbox dapat memberikan efisiensi dalam proses pengumpulan data. Selain mempertimbangkan aspek biaya, penggunaan aplikasi tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko hasil survei atau skrining yang terselip maupun hilang ketika proses pengumpulan dilakukan secara manual.

Pengenalan terhadap aplikasi pengumpulan data tersebut menjadi langkah awal sebelum peserta masuk pada pembahasan yang lebih mendasar mengenai bagaimana data harus diperlakukan. Memiliki data yang tersimpan secara digital tidak serta-merta membuat pengelolaannya menjadi sederhana. Data tetap membutuhkan tata kelola yang memperhatikan keamanan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Pada hari kedua, fokus pelatihan kemudian bergeser pada etika pengelolaan data kesehatan. Dr. Annisa Utami Rauf menjelaskan bahwa data kesehatan merupakan informasi yang sensitif dan memiliki konsekuensi apabila tidak dikelola dengan baik. Informasi yang terkandung di dalam data kesehatan dapat menggambarkan kondisi individu maupun kelompok tertentu, sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.

Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan kerahasiaan informasi. Kebocoran atau penyalahgunaan data kesehatan juga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk diskriminasi serta kerugian sosial maupun ekonomi bagi individu atau kelompok yang datanya terdampak. Karena itu, pengelolaan data perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam proses pengumpulan dan pemanfaatannya.

Peserta kemudian diajak memahami berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keamanan data. Hal tersebut mencakup keamanan penyimpanan data, pengaturan mekanisme kontrol akses, prosedur pencadangan dan pemulihan data, hingga perlindungan teknis secara menyeluruh. Setiap tahapan memiliki peran untuk memastikan data tetap terlindungi dan dapat digunakan sesuai dengan tujuan pengumpulannya.

Pembahasan mengenai etika juga memperluas pemahaman peserta bahwa pengelolaan data kesehatan bukan sekadar persoalan teknis. Di balik setiap data terdapat informasi mengenai individu atau masyarakat yang perlu dihormati dan dilindungi. Karena itu, kemampuan menggunakan perangkat digital perlu disertai dengan kesadaran mengenai tanggung jawab dalam menjaga data tersebut.

Selain aspek etika dan keamanan, hari kedua pelatihan juga memberikan keterampilan dalam penyusunan dashboard. Peserta dikenalkan dengan cara menyajikan data dalam bentuk visual yang lebih ringkas dan mudah dipahami. Penyajian semacam ini dapat membantu pengguna melihat informasi penting dari data yang telah dikumpulkan tanpa harus membaca keseluruhan data secara mentah.

Dashboard juga menjadi bagian penting dalam proses pemanfaatan data. Data yang telah dikumpulkan dan dikelola dengan baik perlu disajikan dalam bentuk informasi yang dapat digunakan. Dengan tampilan yang lebih terstruktur, informasi kesehatan dapat lebih mudah dipahami dan menjadi bahan pendukung dalam menentukan langkah di lapangan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera mendukung peningkatan kapasitas pengelolaan data untuk menunjang kebutuhan kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pembelajaran yang aplikatif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. (Kontributor: Nanda Melania D.)