FK-KMK UGM. Salah satu alumni Program Studi Neurologi FK-KMK UGM, Mayor Kes dr. Budhi Febrian Purwo Jatmiko, Sp.N., AIFO-K, resmi mengemban amanah sebagai Kepala RSAU dr. Abdul Malik Lanud Soewondo, Medan. Penugasan ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas kepemimpinan dan kompetensi klinis yang dimiliki dr. Budhi dalam pengembangan layanan kesehatan militer dan neurologi di Indonesia. Pengangkatan tersebut berlangsung pada tahun 2026 setelah perjalanan panjang pengabdian dan pengalaman profesional yang dijalani di berbagai institusi kesehatan TNI Angkatan Udara.
Sosok yang akrab disapa dr. Feb ini dikenal sebagai pribadi dengan dedikasi tinggi terhadap pelayanan kesehatan. Ketekunan dan konsistensinya telah terlihat sejak masa sekolah di Wonogiri, ketika ia berhasil meraih predikat siswa teladan tingkat kabupaten. Prestasi tersebut menjadi pijakan awal dalam menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003 sebelum kemudian melanjutkan pengabdian di lingkungan militer.
Keputusan dr. Feb bergabung dengan TNI melalui jalur Perwira Prajurit Karier menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya. Baginya, profesi dokter merupakan bentuk pengabdian yang tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga penguatan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab kepada bangsa. “Menjadi dokter di lingkungan militer memberikan saya kesempatan untuk mengintegrasikan kompetensi medis dengan nilai disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Karier profesionalnya dimulai sebagai dokter umum pada tahun 2010 dengan berbagai penugasan di fasilitas kesehatan TNI AU. Ia pernah bertugas di Klinik Kesehatan Kosekhanudnas IV Biak, Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto, hingga turut menangani pelayanan kegawatdaruratan di RSAU dr. S. Hardjolukito. Beragam pengalaman tersebut membentuk fondasi klinis sekaligus memperluas perspektifnya mengenai sistem pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
Kemampuan kepemimpinan dr. Feb juga berkembang melalui keterlibatan dalam berbagai forum nasional dan internasional. Ia pernah dipercaya menjadi kepala seksi kesehatan Jupiter Aerobatic Team pada ajang internasional di Malaysia dan Singapore Airshow. Selain itu, ia juga terlibat sebagai delegasi perwira muda TNI AU dalam forum kesehatan militer tingkat ASEAN. Pengalaman tersebut memperkuat jejaring profesional sekaligus memperluas wawasan global terkait pengelolaan layanan kesehatan militer modern.
Minat dr. Feb terhadap neurologi tumbuh dari pengalaman klinisnya dalam menangani pasien dengan gangguan saraf yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup pasien dan keluarga. Ketertarikan tersebut membawanya melanjutkan pendidikan spesialis neurologi di FK-KMK UGM pada tahun 2019. Selama masa pendidikan, ia tetap aktif berkontribusi dalam pelayanan dan penelitian, termasuk studi terkait probiotik di RSAU dr. S. Hardjolukito. Bidang neuroimunologi juga menjadi fokus pengembangan keilmuan yang terus ia dalami sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik kedokteran berbasis bukti.
Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis pada tahun 2023, dr. Feb melanjutkan pengabdian sebagai dokter spesialis neurologi di RSAU dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio, Kalimantan Barat. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, ia juga turut berperan dalam pengembangan layanan neurologi yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dedikasi tersebut akhirnya mengantarkannya memperoleh amanah baru sebagai Kepala RSAU dr. Abdul Malik Medan.
Kisah perjalanan dr. Feb menjadi gambaran nyata kontribusi alumni Neurologi FK-KMK UGM dalam berbagai bidang pengabdian, termasuk kepemimpinan layanan kesehatan militer. Pengalaman dan dedikasinya menunjukkan bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya menghasilkan tenaga medis yang kompeten, tetapi juga pemimpin yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat dan institusi.
Kegiatan dan capaian ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan neurologi dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, capaian ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kontribusi pendidikan spesialis yang menghasilkan tenaga kesehatan profesional dan kompeten. Pengabdian dr. Feb di berbagai daerah Indonesia sejalan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya pemerataan akses layanan kesehatan. Di sisi lain, kiprahnya dalam kepemimpinan rumah sakit militer turut mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan institusi pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. (Kontributor: dr. Muhammad Rafi Syahputra).




