FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), Sumatera Selatan, pada Senin (02/11) di Ruang Eksekutif Kantor Pusat FK-KMK UGM. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama akademik, khususnya dalam kolaborasi riset dan pembimbingan mahasiswa Program Doktor (S3) Sains Biomedis FK Unsri.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., menyampaikan bahwa pertukaran informasi antar perguruan tinggi di Indonesia penting untuk merespons berbagai dinamika yang terus berkembang dalam dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, pertemuan dengan FK Unsri menjadi kesempatan untuk saling memperluas wawasan, memahami kebutuhan masing-masing institusi, dan membuka peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.
Koordinator Program Studi S3 Sains Biomedis, Prof. Dr. dr. Irfannuddin, Sp.KO., M.Pd.Ked., menyampaikan bahwa salah satu upaya yang ingin dijajaki adalah kerja sama riset yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik dan pendampingan dari dosen di lingkungan FK-KMK UGM. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kerja sama nantinya akan mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku di FK-KMK UGM.
Diskusi kedua institusi berfokus pada peluang kolaborasi penelitian, termasuk kemungkinan keterlibatan dosen FK-KMK UGM dalam pembimbingan mahasiswa S3 Sains Biomedis FK Unsri. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun hubungan akademik yang saling mendukung, sekaligus memperluas kesempatan bagi mahasiswa doktoral dalam mengembangkan penelitian.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K), menjelaskan bahwa kerja sama antara kedua institusi pada prinsipnya dapat dijajaki. Salah satu hal mendasar yang perlu dipastikan adalah keberadaan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sriwijaya pada tingkat universitas. Kejelasan landasan kerja sama tersebut menjadi bagian penting sebelum rencana kolaborasi ditindaklanjuti pada tingkat fakultas maupun program studi.
Dalam diskusi mengenai pembimbingan mahasiswa doktoral, dr. Hamim turut menjelaskan adanya pelatihan bagi dosen pembimbing di lingkungan FK-KMK UGM. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan dosen dalam menjalankan peran pembimbingan secara terarah sejak mahasiswa memulai studi. Ia juga membuka peluang bagi dosen FK Unsri untuk mengenal program pelatihan serupa sebagai bagian dari penjajakan peningkatan kapasitas pembimbing doktoral.
“S3 Ilmu Kedokteran & Kesehatan FK-KMK UGM setiap tahun memberikan pelatihan Good Practice in PhD Supervision (GPPS). Jadi pelatihan ini wajib untuk dosen pembimbing S3 FK-KMK UGM. Bahkan di tahun 2025, pesertanya FK-KMK UGM + dari Farmasi, FKG, UNDIP, UI dll. Bisa jadi FK Unsri bisa mengikuti pelatihan ini,” jelas dr. Hamim.
Melalui pertemuan ini, FK-KMK UGM dan FK Unsri berkesempatan mengidentifikasi kebutuhan serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut, terutama dalam bidang riset dan pendidikan doktoral. Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penjajakan penguatan pendidikan doktoral, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kolaborasi akademik dan riset ant perguruan tinggi. (Humas/Sitam).



