FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Berlangsung di Departemen Mikrobiologi dan Kantor Pusat dan Tata Usaha (KPTU) FK-KMK UGM pada Selasa (15/9). Kunjungan ini membahas inisiasi kolaborasi riset vaksin Tuberkulosis (TB) antara BRIN dengan FK-KMK UGM.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat FK-KMK UGM, dr. Sudadi, Sp.An-TI., Subsp.N.R.K.(K), berharap kunjungan BRIN dapat memberi manfaat bagi FK-KMK UGM. “Semoga bisa menetaskan kerja sama kita, baik untuk peningkatan inovasi maupun sudut kerja yang lain,” ujarnya.
Kepala Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN, Dr. Masteria Yunovilsa Putra, menjelaskan kolaborasi riset TB yang diinisiasi merupakan komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah dalam penuntasan TB. Berkaitan dengan hal tersebut, BRIN dituntut menjadi salah satu motor penggerak kegiatan riset TB dengan fokus riset di beberapa area strategis.
Namun, Dr. Masteria menegaskan bahwa riset ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh peneliti BRIN, tetapi membutuhkan kerja sama dengan institusi akademik, salah satunya FK-KMK UGM. Menurutnya, BRIN memerlukan keterlibatan mahasiswa S-2 dan S-3 sebagai research assistant melalui skema Degree by Research (DbR). Dengan adanya skema ini, mahasiswa akan mendapat fasilitas riset, pembiayaan kuliah, dan juga insentif.
“Sebenarnya yang kami harapkan nanti bisa berinisiasi dengan Universitas Gadjah Mada. Kita bisa menarik talenta-talenta muda Indonesia, mahasiswa-mahasiswa yang tertarget nanti fokus kepada vaksin TB, baik itu S2 dan S3,” tuturnya.
Sesuai dengan kebutuhan BRIN, dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K memaparkan bahwa FK-KMK UGM memiliki kapasitas riset TB yang kuat. Hal ini karena FK-KMK UGM telah dijadikan Laboratorium Rujukan Nasional TB Kementerian Kesehatan sejak 2014, lengkap dengan fasilitas laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2). Terlebih, menurut dr. Arief, FK-KMK UGM memiliki ahli riset yang kompeten di bidang TB, seperti Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK. “Prof. Tri sudah ada pengalaman juga membimbing mahasiswa program sarjana berbasis penelitian,” ujarnya.
Untuk memperkuat kolaborasi, anggota Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN yang diwakili oleh Dr. Apt. Tarwadi, Dr.rer.nat. Astutiati Nurhasanah, Doddy Irawan Setyo Utomo, PhD., dan Jodi Suryanggono, M. Biomed. turut melakukan kunjungan ke ruang-ruang laboratorium di Departemen Mikrobiologi. Dengan panduan Tim Departemen Mikrobiologi dan Tim Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM, mereka mengamati laboratorium sambil berdiskusi mengenai fasilitas dan kegiatan riset di laboratorium tersebut. (Reporter: Agiths).



