Kunjungan ke PT Etana Perluas Wawasan Mahasiswa FK-KMK UGM tentang Industri Vaksin

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis dan Implementation Research – Tropical Diseases Research melaksanakan kunjungan institusi ke PT Etana Biotechnologies Indonesia, Jakarta Timur, untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan, produksi, pengawasan, dan distribusi vaksin dalam mendukung pengendalian penyakit tropis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026, sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Strategy to Improve Supply and Utilization of Drugs and Vaccine for Tropical Diseases.

Kunjungan didampingi oleh Dr. dr. Farah Silvia Yuliani, M.Sc., Ph.D., selaku dosen pengampu mata kuliah. Melalui pembelajaran langsung di lingkungan industri biofarmasi, mahasiswa diajak melihat keterkaitan antara konsep yang dipelajari di ruang kelas dengan proses penyediaan produk biologi dalam sistem kesehatan. Mata kuliah tersebut merupakan bagian dari kurikulum Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM dan tercatat sebagai kursus terakreditasi tropEd dengan bobot tiga ECTS. Pembelajaran berlangsung pada 18–29 Mei 2026 dengan rangkaian kegiatan yang mencakup perkuliahan, studi kasus, tugas individual dan kelompok, kunjungan lapangan, hingga tugas akhir.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses yang menghubungkan penelitian dan inovasi dengan produksi serta penyediaan vaksin. PT Etana Biotechnologies Indonesia merupakan perusahaan biofarmasi yang didirikan pada 2014 dan mengembangkan berbagai produk biofarmasi, termasuk vaksin, obat kanker, serta produk biologi lainnya. Fasilitas produksinya berada di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, dengan penerapan standar current Good Manufacturing Practice (cGMP) dan pemenuhan persyaratan regulatori yang berlaku.

Pengenalan terhadap lingkungan industri tersebut memberikan perspektif bahwa pengembangan vaksin tidak berhenti pada tahap penemuan kandidat produk. Terdapat rangkaian proses yang saling berkaitan, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, formulasi, produksi, pengawasan mutu, pemenuhan regulasi, hingga distribusi. Setiap tahapan memiliki peran dalam memastikan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan efektivitas sebelum dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan.

Bagi mahasiswa Ilmu Kedokteran Tropis, pemahaman mengenai vaksin perlu ditempatkan dalam konteks sistem kesehatan secara keseluruhan. Ketersediaan vaksin dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kapasitas riset dan produksi, pengawasan mutu, regulasi, pengadaan, distribusi, serta kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengalaman melihat proses di lingkungan industri membantu mahasiswa memahami bahwa keberhasilan pengendalian penyakit tropis memerlukan keterhubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, kebijakan, dan praktik pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini juga diikuti oleh tiga mahasiswa peserta tropEd. Kehadiran mereka bersama mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM memberikan nuansa internasional dalam proses pembelajaran. tropEd merupakan jaringan pendidikan pascasarjana di bidang kesehatan internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pembelajaran lintas institusi. UGM menjadi salah satu anggota jaringan tersebut, sementara mata kuliah Strategy to Improve Supply and Utilization of Drugs and Vaccine for Tropical Diseases tercatat sebagai salah satu kursus UGM dalam jaringan tropEd.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman mengenai pengembangan dan penyediaan vaksin untuk mendukung pencegahan penyakit menular. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lingkungan industri biofarmasi. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan mahasiswa terhadap pengembangan teknologi biofarmasi dan inovasi vaksin. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan lintas institusi.  (Kontributor: Fikri Wahiddinsyah).