Prof. Jarir At Thobari Wakili FK-KMK UGM sebagai Speaker dan Panelis pada Asia Dengue Summit 2026

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam Takeda Pre-Summit Workshop sebagai bagian dari rangkaian 9th Asia Dengue Summit 2026 melalui kehadiran Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi, sebagai pembicara sekaligus panelis. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 14 Juni 2026 di The Orchard Hotel, Singapura, sebagai bagian dari forum internasional yang berfokus pada penguatan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi dengue yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di kawasan tropis.

Dalam forum tersebut, Prof. Jarir berperan sebagai speaker sekaligus panelis yang berkontribusi dalam diskusi mengenai perkembangan terkini pengendalian dengue. Berbagai topik yang dibahas mencakup pemanfaatan bukti ilmiah dalam mendukung pengambilan keputusan kesehatan masyarakat, penguatan strategi pencegahan, hingga pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit.

Dengue masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang memberikan beban besar bagi banyak negara di Asia-Pasifik. Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes tersebut tidak hanya berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, tetapi juga memengaruhi kapasitas sistem pelayanan kesehatan, produktivitas masyarakat, serta pembiayaan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong berbagai negara untuk terus mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam upaya pencegahan, deteksi dini, tata laksana kasus, hingga penyusunan kebijakan kesehatan yang didasarkan pada hasil penelitian dan bukti ilmiah.

Melalui keterlibatannya dalam Takeda Pre-Summit Workshop, Prof. Jarir turut berbagi pengalaman dan perspektif mengenai pentingnya penerapan pendekatan berbasis bukti (evidence-based approach) dalam mendukung kebijakan kesehatan masyarakat. Diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang bertukar pengalaman antarnegara mengenai berbagai praktik baik dalam pengendalian dengue, termasuk tantangan implementasi kebijakan di masing-masing wilayah.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya pengendalian dengue dan pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan memperluas pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas akademisi melalui forum ilmiah internasional. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan berbagai pemangku kepentingan dari negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. (Kontributor: Nimas Bella Puspita).