FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Pemenuhan Gizi Seimbang pada Balita melalui GEMATI” sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus mencegah stunting sejak dini. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Athia Zainun F. dan Cahyati Fitri Mumpuni ini berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) di Posyandu Makarti, Pondok Wonolelo 2, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.
Program GEMATI dirancang sebagai media pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pembelajaran yang tepat. Program ini diikuti oleh 25 ibu yang memiliki balita usia 6–59 bulan dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung guna membangun kebiasaan pemberian makan yang sehat di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip gizi seimbang, penyebab dan dampak masalah gizi pada balita, pentingnya responsive feeding, serta strategi menyusun menu sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelayanan rutin Posyandu berupa pengukuran antropometri balita untuk memantau pertumbuhan anak. Selanjutnya, peserta mengisi pre-test guna mengukur tingkat pengetahuan awal sebelum mengikuti sesi edukasi. Setelah itu, para ibu mengikuti konseling dalam kelompok kecil (peer group) yang dilaksanakan secara bergantian sesuai kedatangan peserta Posyandu. Melalui metode tersebut, setiap ibu memperoleh kesempatan berdiskusi secara lebih mendalam mengenai berbagai tantangan dalam pemenuhan gizi anak serta mendapatkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim pengabdian juga menyelenggarakan demonstrasi penyusunan menu makanan bergizi bagi balita. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menyaksikan proses pengolahan makanan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam praktik menyusun menu sehat yang mudah diterapkan di rumah. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan setelah mengikuti seluruh rangkaian program. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang positif dari peserta.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting sejak dini. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran kesehatan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat bagi para ibu balita. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dari kolaborasi antara Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM, Posyandu, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. (Kontributor: Titin).




