FK-KMK UGM Perkuat Peran Kader Posyandu melalui Program LASKAR GIZI untuk Cegah Stunting

FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Gizi Berbasis Pemberdayaan Kader – LASKAR GIZI (Langkah Kader Tingkatkan Gizi Balita)” sebagai upaya memperkuat kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Nabila Jihan dan Naura Syahida tersebut berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Posyandu Makarti Pondok Walelo 2, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini diikuti oleh 18 kader Posyandu aktif dan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader dalam memantau pertumbuhan balita sekaligus memberikan konseling gizi kepada keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai cara membaca Kartu Menuju Sehat (KMS) secara tepat, mengidentifikasi status pertumbuhan balita, serta menentukan langkah tindak lanjut sesuai kondisi yang ditemukan. Kader diperkenalkan dengan indikator pertumbuhan seperti kategori Normal (N), Tumbuh (T), Dua Kali Tidak Naik Berat Badan (2T), dan Bawah Garis Merah (BGM). Pemahaman terhadap indikator tersebut menjadi bekal penting agar kader mampu memberikan edukasi yang tepat kepada orang tua sekaligus menentukan kapan balita perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut dari tenaga kesehatan.

Selain penguatan kapasitas dalam pemantauan pertumbuhan, peserta juga dikenalkan dengan SiGizi, sebuah aplikasi digital yang dikembangkan sebagai media pencatatan, pemantauan, dan pelaporan status gizi balita. Aplikasi ini dilengkapi berbagai fitur yang memudahkan kader dalam mendokumentasikan hasil pemantauan sekaligus memberikan notifikasi apabila ditemukan balita yang berisiko mengalami masalah gizi. Melalui sistem tersebut, kader dapat mengetahui kapan diperlukan kunjungan rumah maupun rujukan ke puskesmas sehingga proses tindak lanjut menjadi lebih cepat dan terarah.

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, kuis, dan simulasi (role play) konseling antara kader dengan ibu balita. Dalam sesi simulasi, para kader berlatih menggali informasi mengenai pola pemberian makan, kondisi kesehatan anak, hingga faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita. Mereka juga mempraktikkan teknik komunikasi yang efektif sehingga mampu memberikan edukasi gizi sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest yang dilakukan bersamaan dengan pembagian konsumsi kepada peserta. Selanjutnya acara dibuka oleh moderator, dilanjutkan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Ketua Kader Posyandu, serta Kepala Program Studi Magister Kebidanan FK-KMK UGM. Setelah sesi penyampaian materi dan simulasi selesai, peserta mengikuti kuis yang disertai pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan posttest serta pembagian suvenir kepada seluruh kader.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan status gizi balita serta mencegah stunting sejak dini. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan berbasis ilmu pengetahuan, praktik, dan pemanfaatan teknologi digital. Program ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Posyandu, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer. (Kontributor: Titin).